Connect with us

Politik

Tiba di Tanah Air Presiden Prabowo Hadapi Masalah Besar, Yakin Atasi dengan Baik

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tiba di Tanah Air Presiden Prabowo Hadapi Masalah Besar, Yakin Atasi dengan Baik

Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air, Sabtu (27/9/2025), dari kunjungan resmi ke empat negara dan langsung hadapi masalah besar namun yakin mengatasi dengan baik. (BPMI Setpres)

FAKTUAL INDONESIA: Tiba di Tanah Air dari lawatan di empat negara termasuk berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Presiden Prabowo Subianto sudah langsung menghadapi masalah besar.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh Presiden Prabowo ketika mendarat di  Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025) sore usai melakukan lawatan di Jepang, Amerika Serikat, Kanada dan Belanda dalam waktu sepekan sejak 19 September 2025.

Masalah besar yang dimaksud Prabowo tidak lain gelombang keracunan pada pelaksanaan Makan Begizi Gratis (MBG) yang datang bertubi-tubi setiap hari ketika dia berada di luar negeri.

Prabowo menyatakan, dia memonitor terus masalah keracunan pada pelaksanaan MBG itu dan menilai sebagai masalah besar.

Bahkan Prabowo mengingatkan agar masalah ini tidak dipolitisasi karena tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak yang sering sulit makan. Prabowo yakin masalah ini akan diselesaikan dengan baik

Advertisement

“Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” kata Prabowo seperti dilansir tvonews.com.

Baca Juga : Jarang Terjadi, Presiden Prabowo Disambut Raja dan Ratu Belanda, Bahas Berbagai Isu Penting

Kepala Negara mengingatkan agar persoalan ini tidak ditarik ke ranah politik. “Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi, tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita, yang sering sulit makan. Mungkin kita-kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam, ini yang harus kita atasi,” tegasnya.

Dia mencontohkan masih banyak anak yang hanya bisa makan nasi dengan garam. Karena itu, upaya memberikan makanan kepada jutaan anak pasti menghadapi hambatan yang harus diatasi bersama.

“Ini yang harus kita atasi, untuk memberi makan juta pasti ada hambatan rintangan, ini kita atasi,” tuturnya.

Prabowo mengakui, menjalankan program dengan skala jutaan penerima tentu tidak mudah. “Untuk memberi makan juta pasti ada hambatan rintangan, ini kita atasi,” tambahnya.

Advertisement

Kepala Negara menyampaikan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta sejumlah pejabat terkait untuk membahas penanganan masalah ini.

“Saya baru dari luar negeri tujuh hari, saya monitor ada perkembangan itu (keracunan MBG), habis ini saya langsung akan panggil kepala BGN (Badan Gizin Nasional) dengan berapa pejabat, kita akan diskusikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak agar program MBG dihentikan total. Koordinator JPPI, Ari Hardianto, menyebut masalah yang muncul bukan sekadar teknis, melainkan sistematis.

Baca Juga : Tiba di Amsterdam, Presiden Prabowo Disambut Hangat

“Kami sampaikan kepada Pak Prabowo, pertama hentikan program MBG sekarang juga. Ini bukan kesalahan teknis tapi kesalahan sistem, karena kejadiannya menyebar di beberapa daerah,” kata Ari dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Senin (22/9/2025).

Data JPPI mencatat, hingga 21 September 2025 sudah terdapat 1.092 kasus keracunan siswa akibat MBG, setelah sebelumnya pada 14 September tercatat 5.360 kasus.

Advertisement

Dalam beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan kasus keracunan usai mengonsumsi MBG di sejumlah daerah yang mengakibatkan banyak siswa harus mendapatkan penanganan medis.

Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi leading sector program ini telah mengeluarkan keputusan terkait antisipasi kasus-kasus keracunan MBG.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menegaskan bahwa seluruh dapur mitra yang pernah terlibat kasus keracunan telah menerima surat pemberitahuan resmi.

“Hari ini sudah kami keluarkan surat kepada semua dapur yang sebelumnya bermasalah. Proses verifikasi kini jauh lebih ketat,” katanya, Jumat (26/9).

Sebagai bagian dari pengawasan, BGN akan mengerahkan tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Dinas Kesehatan, dan kepolisian. Tim ini bertugas mengevaluasi langsung kondisi dapur dan memastikan pemenuhan standar yang ditetapkan dalam petunjuk teknis (juknis).

Advertisement

Baca Juga : Perkuat Kemitraan Lewat ICA-CEPA, Kehangatan dan Pujian, Presiden Prabowo dari Kanada Bertolak ke Belanda

“Jika kami menemukan dapur yang tidak memenuhi juknis, operasionalnya akan langsung dihentikan. Tidak ada toleransi dalam hal ini,” katanya.

Investasi Hingga Artefak

Presiden Prabowo tiba di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu sore usai melakukan lawatan empat negara, yakni Jepang, Amerika Serikat, Kanada dan Belanda dalam waktu sepekan sejak 19 September 2025.

‎‎Pesawat Garuda Indonesia-1 yang ditumpangi Presiden Prabowo mendarat di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul 15.35 WIB.

‎‎Kepulangan Prabowo ini disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menpora Erick Thohir, Kepala BIN Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Advertisement

‎‎Diketahui, Presoiden Prabowo telah merampungkan rangkaian kunjungan luar negeri. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan lawatan kenegaraan Presiden selama sepekan ini menghasilkan komitmen investasi triliunan rupiah, hingga pengembalian puluhan ribu artefak dari Belanda.

Baca Juga : Tiba di Ottawa, Presiden Prabowo akan Bertemu Gubernur Jenderal dan PM Kanada serta Tandatangani ICA CEPA

‎‎Jepang menjadi negara pertama yang didatangi secara singkat oleh Presiden Prabowo dengan mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025.

‎Seskab Teddy mengungkapkan berdasarkan laporan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, ajang lima tahunan tersebut telah menghasilkan komitmen investasi sebesar 23,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp380 triliun.

‎‎Kemudian di Amerika Serikat, Presiden Prabowo mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato pada urutan ketiga dalam Sidang Umum PBB, setelah Brasil dan Amerika Serikat.

‎‎Pidato yang disampaikan Presiden Prabowo di hadapan 193 negara anggota PBB tersebut, menurut Teddy, banyak mendapatkan apresiasi dan kekaguman dari para pemimpin dunia.

Advertisement

‎”Berani, tegas, konkret. Ada Presiden Amerika Serikat, kemudian PM Kanada, kemudian tadi Raja Belanda, kemudian tadi pagi juga Presiden Macron menelepon beliau langsung menyampaikan apresiasi dan kebanggaan beliau atas pidato Bapak Presiden,” kata Teddy.

‎‎Selain itu, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino yang menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia.

‎‎Kemudian kunjungan Prabowo di Kanada turut menghasilkan capaian strategis.

Baca Juga : Donald Trump Puji Pidato Presiden Prabowo di PBB, “Anda Melakukan Pekerjaan yang Luar Biasa”

‎‎Prabowo diterima secara langsung oleh Gubernur Jenderal Mary Simon, serta bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney.

‎Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).

Advertisement

‎‎”Intinya adalah 90,5 persen tarif barang-barang, produk-produk Indonesia akan dihapus oleh Kanada. Dan itu tentunya mendampak positif, sangat positif bagi perdagangan impor Indonesia,” ujar Teddy.

‎‎Dari Kanada, Prabowo kemudian menuju Belanda dan menjadikan momen itu sebuah kunjungan istimewa karena tidak hanya diterima oleh Raja Willem-Alexander sebagai Kepala Negara Belanda, tetapi juga Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Belanda.

‎‎Pertemuan resmi tersebut menandai penguatan hubungan bilateral kedua negara, termasuk kesepakatan Belanda mengembalikan sekitar 30 ribu benda dan artefak jawa bersejarah, serta fosil dan dokumen milik Indonesia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement