Politik
Heboh Relawan Ganjar Doakan Jokowi Ketua Umum PDIP, PPD Simpulkan Megawati Paling Tepat

Kenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo pada Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018) yang memutuskan mencalonkan kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024.
FAKTUAL-INDONESIA: Aksi Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) mendoakan agar Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Umum PDIP pada tahun 2024 memanaskan tubuh partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih itu.
Namun Ketua Umum Pengawal Pancasila Damai (PPD) Washinton P Situmorang mengatakan bahwa mekanisme pemilihan kader PDI Perjuangan telah berjalan dengan baik.
Bahkan PPD menyimpulkan, sampai saat ini, pilihan kader PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai Ketua Umum harus diakui sebagai pilihan yang tepat.
Melalui keterangan tertulisnya pada Rabu (26/10/2022), Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) mendoakan agar Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Umum PDIP pada tahun 2024.
Koordinator Nasional Kami-Ganjar Joko Priyoski menyampaikan PDIP bukan partai kerajaan sehingga Jokowi layak menduduki kursi ketua umum partai tersebut.
“Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024,” kata Joko seperti dilansir CNNIndonesia.
Joko mengatakan posisi Ketua Umum PDIP untuk Jokowi akan memuluskan transisi kepemimpinan. Menurutnya, hal itu akan memudahkan Jokowi untuk menyerahkan tongkat kepemimpinan PDIP ke Ganjar di masa mendatang.
Tetap Megawati
Terkait munculnya dukungan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjadi Ketua Umum PDIP pada tahun 2024 itu Ketua Umum Pengawal Pancasila Damai (PPD) Washinton P Situmorang mengatakan bahwa mekanisme pemilihan kader PDI Perjuangan telah berjalan dengan baik dan perlu diapresiasi.
“Partai ini telah mencetak kader-kader yang berkualitas dan telah terbukti rekam jejaknya, di antaranya seperti Bu Risma, Pak Ganjar, Pak Azwar Anaz, termasuk Pak Jokowi, dan lain-lain,” kata Washinton dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Hal ini, tutur Washinton melanjutkan, paling tidak membuktikan bahwa mekanisme partai ini telah berjalan baik dan perlu diapresiasi.
Seperti dipantau dari media, antaranews.com melaporkan lebih lanjut, Washinton mengatakan bahwa para pendukung harus tetap menghargai mekanisme partai dan menghormati keputusan partai.
Selain itu, penting bagi publik untuk fokus dalam mendukung pemerintahan Jokowi yang saat ini sedang berlangsung karena akan menghadapi tantangan berat pada tahun 2023.
“Maka bila ada yang berwacana tidak menarik dan aneh-aneh sehubungan dengan PDI Perjuangan, Bu Mega, Pak Jokowi dan Pak Ganjar, mungkin saja mereka lupa sejarah atau mungkin juga punya niat-niat yang buruk,” ucapnya.
Maka Washinton menyimpulkan bahwa sampai saat ini, pilihan kader PDI Perjuangan dengan Mega sebagai Ketua Umum harus diakui sebagai pilihan yang tepat.
“PDI Perjuangan sebagai partai berbasis kader telah melalui sejarah panjang, mulai dari masa Orde Baru,” kata Washinton.
Tetap Ganjar
Dalam bagian lain Kami-Ganjar tetap mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden. Mereka menilai Ganjar sebagai sosok paling layak untuk menggantikan Jokowi sebagai presiden.
“Kami yakin jika Pak Jokowi maju menjadi Ketua Umum PDIP dan Pak Ganjar terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029, semua program Nawacita Jokowi … akan bisa diwujudkan secara utuh oleh Pak Ganjar,” ujarnya.
Untuk menyukseskan dua misi itu, Kami-Ganjar akan melakukan konsolidasi nasional di Bogor pada Minggu (30/10). Konsolidasi itu juga akan diikuti dengan acara doa bersama.
“Kami adakan acara sakral ini menurut ajaran Islam agar nanti kerja-kerja politik kami untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI dan juga agar Pak Jokowi pasca tidak menjadi Presiden lagi di 2024 bisa menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan,” ucapnya.
Sebelumnya, Ganjar menjadi salah satu kandidat presiden 2024-2029. Gubernur Jawa Tengah itu hampir selalu muncul dalam urutan tiga besar survei calon presiden.
Meski demikian, Ganjar belum mendapat restu dari PDIP. Ia justru mendapat sanksi karena sempat menyatakan kesiapan maju sebagai calon presiden. ***














