Connect with us

Politik

AHY Ditempa untuk Jadi Bintang Bersinar Terang Tahun 2024

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Agus Harimukti Yudhoyono atau AHY melangkah pasti menuju 2024

Agus Harimukti Yudhoyono atau AHY melangkah pasti menuju 2024

FAKTUALid – Nama Agus Harimukti Yudhoyono menjadi perbincangan hangat di dunia politik hari-hari ini. Selain nama besar ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden ke-6 RI, Agus Harimukti Yudhoyono juga memiliki prestasi besar yang membangggakan.

Agus Harimukti Yudhoyono atau lebih dikenal dengan AHY merupakan lulusan Akmil terbaik pada tahun 2000. Selain itu, setelah  lulus Akmil, AHY juga menorehkan prestasi di akademiknya saat mengikuti Pendidikan master pertahanan, leadership, maupun management di luar negeri.

AHY mengikuti jejak ayahnya terjun langsung ke dunia politik. Bedanya, ayahnya waktu itu dicalonkan untuk menjadi Presiden, sedangkan Agus dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada Kamis 22 Semptember 2016, namanya diputuskan sebagai calon Gubernur dan berpasangan oleh Sylviana Murni oleh koalisi Cikeas. Keputusan ini disepakati di kediaman SBY selaku ketua umum Partai Demokrat.

Pada tahun 2005, AHY berhasil menyelesaikan studi magisternya dan memperoleh gelar master of science in strategic studies dari Rajaratnam of International Studies, Nanyang Technological University.

Pada tahun yang sama juga, AHY mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting  Annisa Larasati Pohan pada awal juli.

Advertisement

Setelah beberapa bulan menikah, AHY harus meninggalkan istrinya unutk bertugas ke Afghanistan sebagai anggota pasukan PBB kurang lebih satu tahun.

Pada Maret 2012, AHY memperoleh 3 penghargaan sekaligus yaitu Distinguish International Honour Graduated, Medali The Order of Saince Maurice dan The Commandants List dari sekolah militer Angkatan darat di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat (AS).

AHY kembali menorehkan prestasi pada tahun 2015. Ia berhasil lulus dari US Army Command and Generall Staff Collage (GGSC), Fort Leavenworth, Kansas Amerika Serikat setelah menempuh mendidikan selama satu tahun dan lulus dengan IPK 4.

Sukses di dunia militer, AHY mencoba terjun ke dunia lain. Setelah mengenyam Pendidikan 16 tahun di dunia militer, ia mencoba dengan kehidupan barunya.

AHY memilih terjun ke dunia politik praktis dengan menjadi calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Pada pilgub 2017 ini, AHY berpasangan dengan Sylviana Murni berhadapan dengan kandidat lain, pertahanan Ahok-Djarot yang didukung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno didukung oleh partai Gerindra dan Partai PKS.

Advertisement

Memang dia belum berhasil menjadi yang terbaik. Kalah bersaing dengan Anis – Sandiaga yang akhirnya terpilih menjadi Gubernur dan Wagub DKI Jakarta.

Tetapi di ajang Pilgub itu AHY menunjukkan pesonanya sebagai calon pemimpin masa depan bangsa. Penampilannya dan gagasannya mampu mengundang daya tarik masyarakat terutama kalangan muda.

Tidak mengherankan bila kariernya tidak redup setelah kalah di Pilgub DKI. AHY malah terus bersinar dan melangkah pasti menyusuri dunia politik yang penuh dengan ketidak pastian karena dalam dunia ini hanya kepentinganlah yang pasti.

Kiprahnya yang penuh optimisme membuat dia dipercaya memimpin Partai Demokrat (PD). Dengan partai yang mampu mengusung SBY sebagai prisiden dua periode ini, AHY ingin melakukan perubahan dan mewujudkan cita-cita membangun bangsa Indonesia lebih baik lagi ke depan.

Dalam perjuangan mewejudkan harapan dan cita itu AHY mendapat rongrongan dari dalam dan luar partai. Terbukti beberapa kader PD melakukan “pembelotan” dengan menggelar Kongres Luar Biasa dan mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Advertisement

Namun AHY mampu lolos dari ujian. Posisinya makin kokoh dengan dinyatakannya KLB yang memilih Moeldoko itu tidak sah. 

Bahkan elektibilitas AHY dan PD pimpinanya makin naik. 

Karier di dunia militer yang didukung prestasi akademis serta pengalaman internasional dan kematangan setelah ditempa gejolak politik dalam negeri, AHY semakin matang melangkah menuju Pemilihan Presiden tahun 2024. Berkendaraan PD yang memiliki jaringan kuat dan luas di seluruh negeri disertai kekuatan lobi mencari koalisi dengan partai lainnya, bukan tidak mungkin AHY akan menjadi calon presiden yang diperhitungkan tahun 2024 nanti.

Kini semua tergantung pada AHY dan PD. Duet figur dan lembaga politik yang mumpuni ini perlu bergerak sejak jauh-jauh hari sehingga tidak ketinggalan kereta dan ditelikung di tengah jalan.

Pasalnya, calon pesaingnya bukan saja mulai mengintip namun sudah ada yang mencuri start dengan meraih simpati masyaratak yang mengarah ke Pilpres 2024. Waktu tuga tahun bukanlah waktu panjang.

Advertisement

Dan jangan lupa, politik itu kejam.  Bila tidak siap jauh-jauh hari dengan matang dan militan serta waspada, AHY bisa tergelincir oleh krikil yang ditebar lawan.

Dengan merangkul dan dukungan semua pihak terutama yang  memiliki wawasan nasionalis serta sekaligus bermoral agama, mengakui dan menjunjung tinggi nilai dan martabat perikemanusiaan, mengakui dan menghargai pluralisme, AHY siap melangkah tegas, mantap, percaya diri, dan penuh optimisme.

Siap menjadi bintang yang bersinar terang tahun 2024 untuk mewujudkan cita-cita membawa bangsa dan rakyat Indonesia pada kehidupan yang lebih baik. ***

Wartawan Faktualid.com: Hanna Chaniago

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement