Olahraga
Rekap Hasil All England 2026: Taklukkan Ayush Shetty, Alwi Farhan Rasakan Atmosfir Sangat Berbeda

Alwi Farhan melakukan smash untuk memberikan tekanan kepada lawannya. ( Foto: PBSI)
FAKTUAL-INDONESIA: Tunggal putra Skuad Merah Putih, Alwi Farhan, merasakan atmosfir berbeda ketika akhirnya mampu bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Ayush Shetty (India) melalui laga rubber game 19-21, 21-9 dan 21-17 guna lolos ke babak 16 besar turnamen All England 2026, Rabu (3/4/2026), di Birmingham, Inggris.
“Pertama-tama, alhamdulillah pastinya,” kata singkat Alwi usai pertandingan. ” Suatu kehormatan dan suatu kebanggaan bagi saya sendiri bisa bermain di All England. Mimpi yang menjadi kenyataan,” lanjut Alwi.
Baca Juga : Rekap Hasil All England 2026: Kesulitan Laju Lambat Shuttlecock, Jonatan Christie Main Rubber Game Atasi Wakil Singapura
Ditambahkan pebulutangkis asal PB Exist Jakarta ini, dirinya akhirnya dapat merasakan atmosfir berbeda All England. “Saya merasakan atmosfir yang berbeda,” aku Alwi. “Tapi lawan saya juga baru pertama kali, jadi saya mencoba menempatkan apa yang saya rasa dan dilempar ke lawan. Mungkin yang lawan saya rasakan juga ada di diri saya juga. _We never know about each other. Tapi yang pasti kita tahu saya mau berusaha setiap poinnya,” sambungnya.
Menurut Alwi, dirinya bisa memaksimalkan kesempatan setelah sempat tertinggal karena kalah di game pertama. “Alhamdulillah saya bisa memaksimalkan kesempatan walau saya rasa saya sempat kehilangan momentum di game pertama,” tutur Alwi. “Beberapa kali, lima atau empat kali, Ayush sempat berdarah di bagian lututnya dan ada _medical break_ sehingga pertandingan terhenti. Di game kedua dan ketiga saya bisa _bounce back_, saya bisa melawan diri saya. Rasa ragu-ragu yang ada di dalam diri saya,” imbuhnya.
Baca Juga : Rekap Hasil All England 2026: Pecundangi Ganda China, Jafar/Felisha Pupuk Asa Juara

Baca Juga : Rekap Hasil All England 2026: Gagal Hadang Popov Bersaudara, Sabar/Reza Terhenti di 32 Besar
Ditambahkan Alwi, tumbangnya beberapa pemain unggulan di babak pertama menjadi bukti jika All England memang turnamen yang punya aura sangat jauh berbeda. “Beberapa pemain ungulan langsung tersingkir di babak pertama,” ucap Alwi. “Bukti nyata di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan. Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan, semua mempunyai kesempatan menang yang sama jadi siapa yang lebih siap dia yang akan memenangkan pertandingan,” jelasnya. ****














