Connect with us

Olahraga

Pelatih Tenis Deddy Prasetyo: Bukan Mustahil Cetak Sinner atau Alcaraz, Syarat Minimal Butuh 60-80 Match dalam Setahun

Diterbitkan

pada

Pelatih Tenis Deddy Prasetyo: Bukan Mustahil Cetak Sinner atau Alcaraz, Syarat Minimal Butuh 60-80 Match dalam Setahun

Deddy Prasetyo. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Era tenis dunia kini bergeser ke  generasi muda, Jannik Sinner (Italia,) dan Carloz Alcaraz (Spanyol) dari generasi sebelumnya Roger Federer (Swiss), Rafael Nadal (Spanyol) dan Nocak Djokovic (Serbia). Sinner dan Alcaraz kini waktunya mendominasi final turnamen Grand Slam, seperti terjadi di Grand Slam lapangan rumput Wimbledon baru-baru ini.

“Dominasi tenis dunia kini bergeser ke generasi muda Sinner dan Alcaraz. Bintang sebelumnya Federer, Nadal dan Djokovic karena faktor usia sudah sulit untuk dapat bersaing dengan Sinner dan Alcaraz di jajaran elit papan atas tenis  dunia. Era mereka sudah berakhir dan berganti ke generasi muda Sinner dan Alcaraz,” terang Deddy di sela-sela melatih anak asuh yang juga bintang-bintang tenis masa depan Indonesia di DETEC Tennis Club, Jakarta,  Senin (21/7/2025).

Baca Juga : Final Grand Slam Wimbledon 2025 Sinner Kontra Alcaraz: Pelatih Kondang Tenis Nasional Deddy Prasetyo Sebut Sulit Tebak Pemenangnya, Kekuatan Imbang

Banyak hal kebintangan Federer, Nadal dan Djokovic harus berakhir. Utamanya karena faktor usia, dimana untuk tenis profesional yang ketat dan kompetitif, usia 30 tahun seorang petenis sudah termasuk golongan tua dan mereka akansulit secara pemainan untuk bersaing menghadapi pemain-pemain muda yang memiliki talenta dan masih sangat enerjik.

“Generasi Foderer, Nadal dan Djokovic sudah waktunya berakhir. Berganti generasi muda, Sinner dan Alcaraz, ” ucap Deddy. “Lantas kita bertanya bagaimana bisa melahirkan bintang seperti Sinner dan Alcaraz. Dan apa mungkin Indonesia bisa ?,” sambung Deddy.

Baca Juga : IPL Kirim Tiga Klub ke Kejuaraan Antarklub ASEAN 2025, Yon Mardiono: Ukur Kemampuan Atlet Tenis Meja Indonesia

Tak Mustahil

Advertisement

Tidak ada yang tidak mungkin atau mustahil di dunia mana pun untuk bisa melahirkan petenis sekelas Sinner atau Alcaraz, termasuk Indonesia. Namun tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk proses menjadikan talenta-talenta muda pada proses panjang yang harus dijalani untuk mencetak Sinner atau Alcaraz.

“Ya syarat kita harus punya kompetisi yang kompetitif 60-80 match untuk usia 16 tahun. Berikutnya 80-100 match lebih untuk usia 18 tahun ke atas. Itu baru syarat minimal yang harus dipenuhi untuk mengejar mimpi besar melahirkan Sinner atau Alcaraz,” tutur Deddy. “Pemain yang dalam proses pematangan itu juga harus ada acuan, acuannya mereka setiap kali bertanding minimal mencatat hasil dengan rasio dua atau tiga banding satu. Artinya pemain jika turun turnamen harus mencatat kemenangan dua atau tiga kali baru kalah. Kalau itu gagal dicapai harus segera dievakuasi, dan pastinya performanya itu terus harus meningkat seiring waktu berjalan,” tambah Deddy.

Menurut Deddy, bertanding dan berlatih saja tidak cukup, harus mengerti trick-trick dalam menjalani dengan tentunya dukungan FINANSIAL yang besar dan berkesinambungan tidak terputus. Juga support pemerintah memperbanyak kejuaraan level yunior.

Baca Juga : Kejuaraan Nasional TDP Yunior 2025 – DETEC Sukoharjo: Petenis Unggulan Perlihatkan Dominasi Sukses Kawinkan Gelar

Dukungan Pemerintah

“Juga butuh supporting goverment (pemerintah/Kemenpora) untuk memperbanyak kejuaraan level yunior. Sebab ada persepsi salah tenis adalah olahraga profesional, jadi sudah tak perlu suporting goverment. Itu pandangan keliru di masyarakat. Level yunior untuk menggelar banyak kejuaraan tentu di sini peran yang diharapkan dari pemerintah, selain tetap support juga untuk pemain elit guna persiapan multi event seperti SEA Games dan Asian Games.

Advertisement

Deddy melihat di tenis Indonesia sekarang ini sudah cukup banyak turnamen yunior. “Tinggal seorang pelatih membuat program untuk bisa seperti yang saya jabarkan tadi,” sebut Deddy. “Jika itu bisa dijalankan, tidak mustahil akan lahir petenis bintang atau level dunia dari Indonesia, ” jelasnya. ****

Lanjutkan Membaca
Advertisement