Olahraga
Olimpiade Paris 2024: Terhenti di Perempatfinal, Fajar/Rian Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto terhenti. (Foto: PBSI)
FAKTUAL -INDONESIA: Harapan Indonesia pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, harus terhenti langkahnya di perempatfinal Olimpiade Paris 2024, setelah mencoba sekuat tenaga tapi harus mengakui keunggulan pasangan Liang Weikeng/Wang Chang (China) dengan dua game langsung 22-24, 20-22, Kamis (1/7/2024), di Paris, Prancis.
“Olimpiade pertama ini tidak mudah, kami baru merasakan atmosfernya,” ucap Rian. “Dari awal-awal pun tidak mudah, kami merasakan bagaimana tegangnya pas masuk lapangan,” lanjutnya.
Selain itu harus diakui kali ini lawan bermain sangat baik. “Lawan bermain sangat baik, kami sebenarnya sudah mencoba dengan strategi yang disiapkan,” tutur Rian. “Lebih banyak menyerang di game kedua dan kami bisa unggul beberapa poin tapi kami belum bisa menyelesaikan dengan kemenangan. Beberapa kali kami kalah di poin-poin seperti ini dengan mereka, itu masih menjadi pekerjaan rumah kami,” tambahnya.
Baca Juga : Olimpiade Paris 2024: Kabid Binpres PP PBSI Ricky Soebagdja Apresiasi Daya Juang Anthony Ginting, Perjuangan Belum Berakhir
Sedang Fajar dengan penuh kesedihan memohon maaf belum dapat penuhi harapan masyarakat Indonesia. “Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia, PBSI, NOC karena belum bisa melaju ke babak berikutnya,” ucap Fajar. “Tidak ada atlet yang mau kalah dan kami kecewa,” sambungnya.
Ditambahkan Fajar, memang tidak ada yang tidak mungkin ketika ditanya untuk Olimpiade berikutnya. “Bisa saja kami bermain di Olimpiade berikutnya tapi kami realistis, umur kami tidak muda lagi jadi kami patut bersyukur bisa bermain di Olimpiade pertama ini,” terang Fajar.
“Apapun hasilnya, kami sudah maksimal. Lawan lebih yakin di akhir-akhir poin, kami sudah mencoba melawan tapi kami malah melakukan kesalahan-kesalahan sendiri,” imbuhnya.
Fajar menambahkan dari segi persiapan sudah sangat maksimal. “Dari segi persiapan kami sudah maksimal, sebulan di Jakarta, 10 hari training camp di Chambly,” aku Fajar. “Semua atlet pasti mau tampil 100 persen, tapi di dalam lapangan pasti ada rasa tegang dan lain-lainnya, itu yang belum bisa diatasi. Ini Olimpiade pertama kami, kami sudah coba lebih tenang, lebih rileks dan banyak berdiskusi dengan pelatih, dengan tim psikolog tapi di lapangan memang ada aura yang berbeda,” jelasnya. ****














