Olahraga
Catat Rekor Terpapar Covid-19, Thailand Kemungkinan Batalkan MotoGP 2021

Sirkuit Buhiran ketika mengglar MotoGP di Musim 2019 lalu. (ist)
FAKTUALid – Mencatat rekor terpapar Covid-19 dalam tiga hari berturut-turut, kini Thailand mempertimbangkan untuk menunda acara MotoGP 2021 di Sirkuit Buhiram, 15-17 Oktober nanti.
Keraguan pun menular kepada GP Malaysia di Sirkuit Sepang yang sesuai jadual akan dilangsungkan 24 Oktober 2021.
Laporan dari Thailand menunjukkan bahwa pemerintah setempat tengah mempertimbangkan untuk menunda putaran Buriram dari Kejuaraan Dunia MotoGP, untuk tahun kedua berturut-turut. Demikian kabar dilansir Crash.net, Senin (19/7/2021).
Sesuai jadual MotoGP seri GP Thailand akan diadakan pada 15-17 Oktober, bertepatan dengan rencana untuk membuka beberapa bagian negara untuk masuk tanpa karantina bagi wisatawan asing yang sudah menjalani vaksinasi.
Namun, Thailand saat ini mengalami rekor jumlah kasus Covid-19 dan pembatasan yang dihasilkan, dikombinasikan dengan program vaksinasi yang lamban, telah membuat pembukaan kembali Oktober diragukan.
Dengan demikian, dan dengan acara MotoGP yang tidak layak secara ekumenis tanpa penonton, Thai Rath melaporkan bahwa Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand sekarang mempertimbangkan untuk menunda grand prix hingga 2022.
Setelah bergabung dengan kalender MotoGP pada tahun 2018, putaran Thailand 2019 melihat kehadiran penonton tertinggi musim ini dengan 226.655 penggemar akhir pekan, menghasilkan total 3,45 miliar baht (95 juta euro). Putaran tahun lalu, seperti semua acara non-Eropa, dibatalkan.
Jika Buriram mundur dari kalender 2021, itu juga akan menimbulkan keraguan pada acara tetangga Malaysia di Sepang, yang akan diadakan akhir pekan berikutnya, karena tidak masuk akal secara ekonomi bagi MotoGP untuk terbang ke Asia hanya untuk satu balapan akhir pekan. ****














