Olahraga
Erick dan Taufik Hadiri Sidang Kabinet Paripurna Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Momentum Penting Arah Baru Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyalami Presiden Prabowo Subianto sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025). (Humas Kemenpora)
FAKTUAL INDONESIA: Duet Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir dan Wakil Menpora (Wamenpora) Taufik Hidayat kompak menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025).
Sidang Kabinet Paripurna setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting dalam arah baru kebijakan kepemudaan dan keolahragaan nasional Kemenpora di bawah nakhoda Menpora Erick Thohir.
Menurut Erick, langkah-langkah strategis telah dilakukan Kemenpora sebagai pengampu utama sektor kepemudaan dan olahraga. Erick menyampaikan, setidaknya ada delapan langkah strategis telah dan akan terus dilakukan Kemenpora sesuai arahan Presiden Prabowo. Langkah-langkah strategis tersebut adalah:
- Deregulasi terhadap 191 aturan untuk menciptakan tata kelola yang lebih efisien.
Menpora menjelaskan, Kemenpora akan menyederhanakan 191 peraturan menteri (permen) sejak 2009 menjadi 20 permen. Menurut Menpora Erick, Kemenpora harus bisa bekerja secara efisien dan efektif, dengan birokrasi di Kemenpora sesuai ekspektasi Presiden yaitu mengayomi dan melayani, memastikan arah tujuan bisa tercapai.
“Salah satu terobosan adalah deregulasi. Ini untuk mempermudah kerja sama dengan stakeholder olahraga dan kepemudaan,” kata Erick.
- Perbaikan tata kelola manajemen agar lebih transparan dan akuntabel.
Menurut Menpora Erick, langkah cepat yang dilakukan dalam pembenahan tata kelola di Kemenpora adalah bagian komitmen yang diberikan arahan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi dan reformasi di Kemenpora.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam melakukan transformasi dan reformasi total di lingkungan Kemenpora sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar manajemen pemerintahan berjalan secara efisien dan efektif,” ujar Erick.
- Memastikan tersedianya program pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Program pembinaan atlet secara berkelanjutan, kata Menpora, merupakan hal yang harus dipastikan ketersediaannya guna mencetak para atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. Ragam pembinaan atlet ini terus dilakukan dan didorong oleh Kemenpora, salah satunya penyelenggaraan kejuaraan sepakbola Piala Presiden 2025 U-12 dan U-15 yang menyasar usia muda.
Erick menyebut program-program seperti Piala Presiden akan terus dilaksanakan di daerah-daerah. Bukan hanya untuk cabang olahraga sepakbola, melainkan juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya.
- Mendorong peningkatan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan modern.
Erick menegaskan, peningkatan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan modern menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan demi mendukung atlet berprestasi. Bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kemenpora terus mendorong pembangunan infrastruktur keolahragaan yang dapat digunakan untuk berlatih dan bertanding baik oleh para atlet maupun masyarakat umum.
Di antara infrastruktur tersebut adalah Pusat Pelatihan Nasional di Cibubur yang telah rampung dibangun dan siap digunakan. “Kami mendorong agar Pusat Pelatihan Timnas di Cibubur ini bisa siap pakai di tahun depan,” ucap Erick.
Kemenpora juga terus melakukan evaluasi terhadap aset-aset yang dimiliki, salah satunya Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang sempat terbengkalai.
“Kami mengunjungi P3SON Hambalang untuk mengevaluasi aset-aset yang ada di Kemenpora, sehingga bisa digunakan secara efektif ke depannya,” tuturnya.
- Mendorong peningkatan kesejahteraan atlet melalui berbagai kebijakan dan dukungan nyata.
Kemenpora mendorong peningkatan kesejahteraan atlet melalui berbagai kebijakan dan dukungan nyata. Salah satunya rencana pemberian dana pensiun atlet. Dana pensiun atlet ini adalah bagian dari semangat Presiden Prabowo Subianto yang menghargai atlet sebagai pejuang di lapangan.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan untuk mengusulkan pemberian dana pensiun yang tujuannya mendukung kesejahteraan atlet dan pelatih berdasarkan kategori peraih medali emas di Olimpiade, Asian Games hingga SEA Games,” papar Erick.
- Pembangunan karakter dan kepemimpinan anak muda berusia 16–30 tahun.
Langkah keenam yang dilakukan Kemenpora yaitu pembangunan karakter dan kepemimpinan anak muda berusia 16–30 tahun. Menurut Erick, kegiatan-kegiatan yang melibatkan pemuda, seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja, sangat penting untuk membentuk karakter dan empati sejak dini.
Selain kegiatan-kegiatan kepemudaan, Erick menyebut olahraga juga menjadi sarana dalam pembentukan karakter pemuda melalui kegiatan-kegiatan keolahragaan yang digelar Kemenpora dengan bekerja sama pemerintah daerah dan pihak-pihak lainnya.
“Kita harus bisa menciptakan anak muda yang berani bermimpi, berkarya dan cinta Tanah Air, dan kita tanamkan ke mereka, nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati,” imbuh Menpora Erick.
- Penyusunan roadmap berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.
Erick menyatakan, Kemenpora RI harus memiliki roadmap yang jelas dan berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional. Khususnya dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini Erick siap bersama-sama para stakeholder dalam penyusunan roadmap ini, termasuk para Menpora periode terdahulu.
“Jangan masing-masing Menpora punya roadmap sendiri-sendiri. Justru kita sama-sama bersepakat, roadmap ke depan sampai 2045 seperti apa,” tuturnya.
- Penguatan industri olahraga dan pengembangan wisata olahraga yang berdaya saing tinggi secara global.
Tahun 2025 mencatatkan adanya nomenklatur baru di Kemenpora yaitu Deputi Pengembangan Industri Olahraga. Kedeputian baru ini diharapkan makin menguatkan posisi Kemenpora dalam upaya memaksimalkan industri olahraga yang bukan hanya memberi dampak pada prestasi olahraga, namun juga pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan olahraga atau wisata olahraga.
“Tahun ini kami didorong Bapak Presiden untuk menjadi bagian pertumbuhan ekonomi. Karena hari ini di Kemenpora ada sport tourism. Jadi, terima kasih saya bisa bekerja sama dengan Danantara, InJourney, IMI dan stakeholders lainnya,” tegas Erick.
Kembali Melakukan Retret
Sementara itu dalam Sidang Kabinet Paripurna Setahun Pemerintahan Prabowo – Gibran di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025), Menpora Erick Thohir dan Wamenpora Taufik Hidayat bergabung dengan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih,
Sidang yang dipimpin Presiden Prabowo ini, menandai satu tahun masa kerja pemerintahan. Kepala Negara mengapresiasi atas kinerja kabinet dalam menjalankan tugas.
“Tentunya saya dilantik tanggal 20 (Oktober), 21 (Oktober) saya melantik saudara-saudara. Kemudian kalau tidak salah tanggal 22 (Oktober) nya saya melantik para wakil (menteri),” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Setelah itu, Prabowo mengumpulkan para menteri dan wakil menteri untuk retret kabinet di Akademi Militer Magelang kala itu. Lalu, dalam kesempatan ini, Presiden mempertimbangkan untuk kembali melakukan retret setelah satu tahun pemerintahan.
“Saya lagi berpikir mungkin setelah satu tahun perlu juga retret lagi. Rupanya saudara-saudara sudah nostalgia ingin tinggal di tenda,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras selama ini.
“Saudara-saudara sebagai warga negara yang bertanggung jawab, saya yang pertama ingin tentunya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara semua atas kerja keras, dengan disiplin dan telah memberi dharma bakti yang sebaik-baiknya kepada bangsa dan rakyat kita di pemerintahan yang saya pimpin,” jelas Prabowo.
Kemudian, Prabowo mengajak para menteri dan wakil menteri untuk bersyukur karena sejauh ini sudah bekerja dengan capian yang baik.
“Saudara-saudara, kita patut bersyukur bahwa kita, menurut saya, telah bekerja sangat keras. Untuk itu saya juga mohon maaf, terutama kepada keluargamu, karena saya sering menyita hari istirahatmu,” pungkas Prabowo. ***














