Olahraga
Dari Juru Kunci ke Juara: Kisah Luar Biasa Djarum Bold di Turnamen Bridge MBH!

Tampil sangat percaya diri dengan memainkan bridge yang disiplin serta tajam, Djarum Bold mampu bangkir dari posisi juru kunci melejit ke tangga juara Turnamen Bridge MBH
Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Dalam olahraga bridge sering dikatakan bahwa pertandingan belum selesai sebelum board terakhir dimainkan. Namun apa yang terjadi pada Djarum Bold di Turnamen Bridge MBH kali ini mungkin lebih dari sekadar drama biasa. Ini benar-benar sebuah kisah kebangkitan yang nyaris tak masuk akal.
Bagaimana tidak?
Turnamen bahkan belum berjalan lama ketika Djarum Bold sudah harus menelan kenyataan pahit. Pada sesi pertama babak penyisihan mereka dihajar telak oleh Djarum Black, tim kuat yang juga merupakan juara bertahan. Hasilnya sangat menyakitkan: hanya 1,17 VP.
Dengan hasil itu, Djarum Bold langsung terdampar di posisi juru kunci klasemen.
Dalam banyak turnamen, posisi seperti itu sering menjadi awal dari akhir. Banyak tim biasanya kehilangan momentum, bahkan kehilangan kepercayaan diri. Tapi yang terjadi pada Djarum Bold justru sebaliknya.
Tim yang diperkuat Kamto, Nettin Erinda, M. Hasyimi, Fransisca, Monica, dan Ego Agnes perlahan mulai bangkit. Permainan mereka semakin solid dari sesi ke sesi. Kesalahan berkurang, koordinasi meningkat, dan kepercayaan diri kembali tumbuh.
Hasilnya luar biasa.
Dari posisi paling bawah, mereka berhasil merangkak naik hingga akhirnya menutup babak penyisihan di peringkat kedua, hanya berada di bawah Ganesha ISR.
Kebangkitan ini sudah cukup mengejutkan, tetapi ternyata itu baru awal dari cerita besar mereka.
Memasuki babak knock out, Djarum Bold memilih menghadapi Djarum Super dengan keuntungan carry over 4 IMP. Pilihan ini terbukti tepat. Mereka berhasil memenangkan pertandingan dan melangkah ke semifinal.
Di sinilah tantangan sesungguhnya datang.
Di babak semifinal mereka kembali harus berhadapan dengan Djarum Black—tim yang sebelumnya menghancurkan mereka di awal turnamen. Tim yang diperkuat oleh Paulus Sugandi, Jemmy Bojoh, Anthony Soebroto, Agus Kustrijanto, Leslie Gontha, dan Kristina Wahyu Murniati ini jelas bukan lawan sembarangan.
Sebagian besar pengamat menjagokan Djarum Black untuk kembali menang. Selain pengalaman dan reputasi mereka, banyak yang percaya bahwa “dewi keberuntungan” sering berada di pihak tim ini.
Namun kali ini cerita berubah total.
Djarum Bold tampil sangat percaya diri dan memainkan bridge yang disiplin serta tajam. Hasilnya mengejutkan: Djarum Black justru tersingkir di semifinal.
Sang juara bertahan harus menonton final dari luar arena.
Di meja semifinal lainnya, Mekadata yang diperkuat Jonathan Wahyu, Rachel Abiyu, Taufik Asbi, Robert Tobing, Julius A George, Syahrial Ali, dan Duncan Dumanauw harus mengakui keunggulan Ganesha ISR.
Dengan demikian, partai final mempertemukan Ganesha ISR melawan Djarum Bold.
Djarum Bold tampil dengan susunan Tonny S, Rachma S, Stefanus EW, Khansa Satria R, Amanda Bagus T, M. Ammar M, Jaedon Mozes, dan Vila Rosa. Pertandingan final berlangsung cukup ketat. Kedua tim saling menekan dan mencoba memanfaatkan setiap kesalahan kecil.
Namun pada akhirnya konsistensi permainan Djarum Bold menjadi pembeda.
Tim yang sebelumnya berada di dasar klasemen itu akhirnya berhasil memastikan diri sebagai JUARA.
Sebuah perjalanan yang luar biasa: dari juru kunci menjadi juara. Walaupun dalam pertandingan sebenarnya hasilnya draw. Tapi Djarum Bold unggul carry over 1.96 imp.
Sementara itu pada perebutan tempat ketiga, Mekadata berhasil mengalahkan Djarum Black, sehingga Mekadata keluar sebagai juara ketiga, sedangkan juara bertahan harus puas di peringkat keempat.
Turnamen ini sendiri akan berlanjut ke seri ketiga Djarum Bridge Club Invitation Online Bridge Tournament yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 dan 25–26 April 2026.
Peringkat 1–10 seri ini otomatis diundang untuk mengikuti seri berikutnya, yaitu:
4 tim Djarum Bridge Club, 2 tim Ganesha Bridge Club, Mekadata, ACR, Alunand, dan BTC.
Untuk peserta luar negeri, Lucky Duck SG RP tetap diundang walaupun berada di peringkat 14. Selain itu 5 regu lainnya dapat mendaftar dan akan masuk dalam daftar waiting list.
Menariknya, satu regu dari Thailand sudah memastikan ikut, sementara Malaysia juga siap mengirimkan tim. Ditambah satu regu dari Telkom Bridge Club, maka masih tersisa dua tempat yang akan diperebutkan.
Turnamen ini dipimpin oleh Chief Tournament Director John Tumewu dengan TD Robert Soeseno, Joseph Hutasoit, dan Supriyanto. Sistem pertandingan disusun oleh M. Iqbal Purnama dan Welem Pangerapan, sementara tim scoring Bridge Pocket dipimpin oleh M. Syahbana S.
Hasil lengkap pertandingan beserta daftar pemain dapat dilihat melalui aplikasi Bridge Pocket yang tersedia gratis di Play Store. ***














