Connect with us

Olahraga

Bridge Centre Dora Sigar Sumitro Djojohadikusumo Sangat Pantas ada di Sulut

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Bridge Centre Dora Sigar Sumitro Djojohadikusumo Sangat Pantas ada di Sulut

Ibu Dora dengan Timnas Putri di Rhodes Island dan OC Kaligis penggemar fanatik olahraga bridge di depan Bridge Centre Henky/Eddy

Oleh : Bert Toar Polii

FAKTUAL INDONESIA: Ibu Dora Sigar Sumitro adalah Ibunya Presiden Prabowo Subianto. Ia dikenal sebagai seorang mantan perawat dan juga seorang pecinta olahraga bridge yang sangat fanatik.

Ibu Dora panggilan akrabnya berasal dari Langowan Sulawesi Utara. Jadi tidak heran kalau Ibu Dora menyukai bridge.

Karena bridge di Indonesia sudah identik dengan orang Manado. Mengapa?

Bridge (permainan kartu) memang identik dengan orang Manado karena popularitasnya yang tinggi di Sulawesi Utara. Daerah ini sering melahirkan atlet bridge berprestasi nasional maupun internasional. Budaya ini didorong oleh kegemaran masyarakat akan permainan kartu yang mengasah otak dan strategi.

Baca Juga : Ganesha Apical Pimpin Ernst Gultom Invitational Bridge Online di BBO

Berikut adalah poin-poin penting terkait Bridge dan Manado:

Advertisement
  • Pusat Prestasi: Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu lumbung atlet bridge nasional.
  • Budaya Permainan: Bridge dimainkan secara luas, mulai dari pertemuan santai hingga kompetisi serius.
  • Dampak Sosial: Permainan ini menjadi sarana interaksi sosial yang mempererat kebersamaan, sesuai semboyan Torang Samua Basudara.

Selengkapnya bisa baca disini : https://www.agresifnews.co/mengapa-bridge-identik-dengan-orang-manado/

Gambaran yang lebih khas mungkin kata sambutan mantan Ketum PB Gabsi Dahlan Iskan di buku tukang bridge Modern Bridge Conventions :

Dengan menulis buku ini Bert Toar Polii juga telah jadi orang Manado yang sempurna. Manado dan bridge seperti dua sisi mata uang. Ia orang Manado. Mulai meninggalkan catur untuk pindah sepenuhnya di bridge juga di Manado. Baru belakangan ia pindah ke Jakarta atas perintah tugas dari perusahaannya PT Asuransi  Jiwasraya.

Baca Juga : Tiga Presiden & Mantan Presiden Ramaikan Ernst Gultom Invitational Bridge Online di BBO

Lihatlah legenda-legenda bridge Indonesia lainnya seperti Manoppo Bersaudara, Lasut/Agouw, Ferdy Waluyan/Denny Sakul, semua orang Manado seperti Bert Toar Polii.

Memang belakangan muncul nama non Manado seperti pasangan Robert Tobing – Taufik Asbi. Tapi dominasi Manado kelihatannya masih akan sangat panjang di dunia bridge.

Berdasarkan hal diatas maka sepantasnya di Sulawesi Utara didirikan Bridge Centre sekaligus juga sekolah bridge untuk menggali potensi orang Manado dalam olahraga bridge.

Advertisement

Baca Juga : Mengenang Ibu Dora Sigar Soemitro Seorang Maniak Bridge Sekaligus Pembina

Menurut mantan Ketum PB Gabsi Eka Wahyu Kasih : Legenda bridge Indonesia seperti Hengky Lasut, Eddy Manoppo dan lain-lain lahir dengan talenta bridge yang sangat istimewa dan karena pemain bridge minim literatur bridge dengan minim pelatih yang memiliki ilmu bridge dengan literatur bridge yang tinggi dengan menitikberatkan pada sistem dan tema-tema  permainan bridge level tinggi, sehingga itu yang menjadi penyebab legenda bridge Indonesia sulit tergantikan selama hampir 50 tahun mereka berkiprah dan selalu menjadi penghuni atlit Pelatnas bridge Indonesia. Seandainya Indonesia memiliki sekolah bridge dengan literatur bridge dunia yang lengkap disertai pelatih yang hebat, maka atlit bridge Indonesia akan memiliki banyak pemain andal yang mewarnai kancah bridge Asia dan dunia. Kini saat nya Sulawesi Utara sebagai gudang legenda bridge Indonesia memulai mendirikan bridge center dengan literatur bridge terbaik dunia dan saat nya mereka dilatih secara ilmiah dan akademik melalui akademi bridge Indonesia. Sulut, DKI, Jawa Tengah, Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki potensi untuk mendirikan akademi bridge Indonesia.

Mungkin mirip dengan suku Batak dalam permainan olahraga catur.

Sebenarnya sudah ada Bridge Centre Henky/Eddy Namun sekarang sudah dialihkan fungsinya bukan untuk olahraga bridge lagi. Bridge Centre ini diresmikan oleh Jend. TNI Wiranto yang jadi Ketum PB Gabsi waktu itu didampingi Gubernur EE Mangindaan. Saat itu Ibu Dora Sigar Djojohadikusumo juga anggota PB Gabsi yang sering ditunjuk sebagai Tim manajer tim nasional putri.

Baca Juga : Ernst Gultom Invitational Online Bridge Tournament Diikuti Philippina

Sekolah bridge juga pernah didirikan oleh Ir. Chris Hombokau dengan nama Tonaas Wangko. Sayang sekali Ir. Chris Hombokau belum lama ini telah mendahului kita.

Tukang bridge berharap agar ada inisiatif untuk membangun Gedung Bridge Centre sekaligus Sekolah Bridge untuk menghormati Almarhumah Ibu Dora Sigar Sumitro Djojohadikusumo melengkapi Rumah Sakit dengan nama yang sama yang sedang dibangun.

Advertisement

Dengan demikian lengkaplah, Rumah Sakit  menghargai pekerjaanya sebagai perawat dan Bridge Centre serta Sekolah Bridge untuk menghargai hobinya. Sekaligus memberdayakan atlet-atlet bakat alam di Sulut untuk mencapai level tertinggi di dunia bridge. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement