Home News Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Presiden CBF Dicopot

Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Presiden CBF Dicopot

oleh Joko Ham
Presiden CBF Rogerio Caboclo. (ist)

Presiden CBF Rogerio Caboclo. (ist)

FAKTUALid – Konfederasi Sepakbola Brasil (CBF) dilanda prahara. Pasalnya, sang Presiden CBF Rogerio Caboclo dituduh melakukan pelecehan seksual.

Rogerio dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap karyawan CBF. Untuk itu, Komite Etik CBF memutuskan untuk mencopot sementara Rogerio Caboclo dari jabatannya selama 30 hari, guna pengusutan lebih lanjut.

“Keputusan ini bersifat rahasia dan prosesnya akan dilanjutkan di hadapan komisi tersebut dengan tujuan menyelidiki pengaduan yang diajukan,” kata CBF dalam sebuah pernyataan singkat seperti dilansir dari berbagai sumber, Senin (7/6/2021).

“Menurut statuta entitas, berdasarkan senioritas, wakil presiden Antonio Carlos Nunes de Lima akan mengambil alih untuk sementara,” tambahnya.

Keputusan untuk mencopot Caboclo datang hanya tujuh hari sebelum Copa America akan dimulai di Brasil yang akan berlangsung dari 13 Juni hingga 10 Juli.

Brasil secara tak terduga dipilih untuk menjadi tuan rumah turnamen yang menampilkan 10 tim Amerika Selatan pekan lalu setelah Kolombia disingkirkan karena kerusuhan sipil dan tuan rumah bersama Argentina mengundurkan diri setelah lonjakan kasus Covid-19.

Tetapi keputusan itu tampaknya membuat marah para pemain dan pelatih Brasil dan mereka berjanji untuk membuat pernyataan publik pada hari Selasa tentang apakah mereka akan bermain di turnamen atau tidak.

Kehebohan telah mengguncang negara yang gila sepak bola dan terjadi di tengah laporan bahwa Caboclo sedang diselidiki setelah dituduh melakukan pelecehan seksual oleh seorang karyawan wanita.

Globoesporte, situs web olahraga yang menyampaikan berita tersebut, mengatakan pria berusia 48 tahun itu telah membuat komentar seksual dan kasar kepada seorang karyawan wanita yang tidak disebutkan namanya. Surat kabar itu mewawancarai karyawan tersebut, dan melaporkan tuduhannya.

Kontroversi tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian skandal panjang yang menimpa organisasi kuat yang menjalankan sepak bola di satu-satunya negara yang memenangkan Piala Dunia sebanyak lima kali.

Tiga pendahulu Caboclo semuanya dinyatakan bersalah atas penyuapan oleh komite etik FIFA dan dilarang seumur hidup dari semua kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola. ***

Tinggalkan Komentar