Connect with us

Nusantara

Bejat! Seorang Ayah di Solo Tega Cabuli Anaknya Sendiri

Avatar

Diterbitkan

pada

Tersangka kasus pencabulan terhadap anak kandung di Solo diancam 15 tahun penjara. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Aksi bejat dilakukan seorang pria berinisial AA (36) warga Jebres, Kota Solo. AA tega melakukan pencabulan terhadap anaknya kandungnya sendiri, berinisial  EGF (13) hingga delapan kali.

Sang ibu berinisial MEP (31) melaporkan tindakan bejat itu ke Kantor SPKT Polresta Solo, Minggu (6/3/2022). Berdasarkan laporan tersebut, tim penyidik melakukan penyelidikan, penyidikan dan selanjutnya melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Dari hasil penyelidikan perbuatan tersebut telah dilakukan oleh tersangka sejak bulan Desember tahun 2021. Namun korban tidak ingat berapa kali aksi tersebut dilakukan oleh ayahnya,” jelas Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak di Mapolresta Solo, Rabu (23/3/2022).

Tapi berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka , yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dengan melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya sendiri itu sebanyak delapan kali.

Tersangka mengancam korban jika tidak mau menuruti kemauannya maka korban tidak akan dipinjami Handphone (HP). Padahal saat ini korban harus menggunakan HP untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain itu, korban juga dibujuk agar mau menuruti keinginan tersangka dengan memperbolehkan menggunakan sepeda motor milik tersangka.

Advertisement

“Kasus ini terungkap saat korban menceritakan kejadian itu ke temannya. Kemudian temannya menyampaikan kepada pakde korban atau kakak dari ibu korban,” jelasnya lagi.

Selanjutnya ibu korban melaporkan hal itu ke Polresta Solo. Selain menyita sejumlah barang bukti, penyidik juga telah mengantongi surat hasil visum et repertum yang dikeluarkan tanggal 14 Maret tahun 2022.

Tersangka dijerat dengan pasal  81 ayat 2 dan ayat 3 jo pasal 76d undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang .Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Merujuk Pasal 81 ayat (3), hukuman pelaku ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena merupakan orang tua korban.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement