Nasional
Wisuda 3.000 Lulusan LIPIA, Menag Nasaruddin: Jadilah Duta Moderasi. Cerminkan Nilai-nilai Islam yang Toleran

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam wisuda Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: “Jadilah duta moderasi. Cerminkan nilai-nilai Islam yang toleran dan berkontribusilah dalam menyebarkan perdamaian serta harmoni di tengah masyarakat. Masyarakat menaruh harapan besar kepada kalian untuk menjadi teladan, baik dalam ilmu maupun akhlak.”
Demikian rangkaian kata dan kalimat dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam prosesi wisuda angkatan 50-53 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Menag Nasaruddin menyampaikan pesan kepada hampir 3.000 lulusan LIPIA Jakarta.
Menag minta para wisudawan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah). Nasaruddin menekankan bahwa dunia saat ini sangat membutuhkan narasi keagamaan yang sejuk, toleran, dan mampu menggabungkan kedalaman dalil dengan kebijaksanaan penyampaian.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Nasaruddin mengingatkan adanya tanggung jawab ganda yang kini dipundak mereka, yaitu tanggung jawab ilmiah sebagai sarjana dan tanggung jawab dakwah sebagai penggerak masyarakat. Beliau menitipkan tiga pesan utama: tetap rendah hati (tawadhu), tidak pernah berhenti menuntut ilmu, dan selalu mengedepankan perdamaian.
“Ilmu adalah samudra tanpa tepi. Teruslah belajar dan jadilah sosok yang berguna bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan secara luas,” pungkas Nasaruddin menutup sambutannya.
Seperti dilansir laman Kemenag, dalam sesi wawancara bersama media usai acara, Nasaruddin menegaskan bahwa kehadiran ribuan ahli bahasa Arab baru ini merupakan modal sosial yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Ia menilai penguasaan bahasa Arab adalah kunci vital dalam mendalami sumber asli ajaran Islam secara benar dan mendalam.
“Bahasa Arab itu sangat penting untuk memahami Islam karena Al-Qur’an dan Hadis berbahasa Arab. Kehadiran ahli bahasa Arab ini sangat penting untuk penguatan umat Islam di Indonesia. Mereka akan menjadi guru di sekolah-sekolah dan mengajari masyarakat kita agar tidak salah dalam memahami agama,” jelasnya.
Mewakili Pemerintah Indonesia, Menag juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, serta Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Beliau mengapresiasi beasiswa penuh dan dukungan berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi yang telah menjadikan LIPIA sebagai jembatan pengetahuan yang kokoh antara kedua negara.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Saudi Arabia yang telah memberikan kontribusi luar biasa melalui bantuan pendidikan ini. Ini adalah gagasan cerdas untuk pencerdasan umat di Indonesia melalui kemampuan bahasa Arab,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, pimpinan LIPIA, serta para tokoh pendidikan keagamaan yang turut menyaksikan lahirnya generasi baru pemikir Islam moderat Indonesia. ***














