Connect with us

Nusantara

Penyekatan di Jembatan Suramadu Sisi Surabaya Diperketat

Diterbitkan

pada

Suasana di titik penyekatan Suramadu (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Pemkot Surabaya akan terus berupaya agar wilayahnya tidak tertular virus Covid-19 yang kasusnya kini sedang meningkat di Bangkalan Madura. Mereka masih akan terus menggelar penyekatan meski sudah melakukan rapid tes antigen pada 8.239 orang di Suramadu.

Menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, sebanyak 131 orang yang positif berdasarkan hasil rapid tes antigen itu langsung dibawa ke Asrama Haji untuk dilakukan swab PCR hingga menemukan 53 diantaranya, positif Covid-19. “Kami masih akan terus lakukan rapid antigen di penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya,” ujarnya, Selasa (9/6/2021) sore.

Untuk memaksimalkan pemeriksaan, pihaknya sudah menambah personel tenaga kesehatan di penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Bila sebelumnya dalam tiga sift yang masing-masing sift diisi 60 personil, sekarang ini sudah diperbanyak menjadi 5 sift yang masing-masing menyiagakan 100 petugas nakes.

Sementara, kesadaran pengguna jalan untuk membantu menekan penyebaran Covid-19 hingga saat ini masih belum sama. Bahkan kemarin, seorang warga Arosbaya Bangkalan Madura yang hasil swab antigennya positif Covid-19, berupaya kabur dari titik penyekatan Suramadu.

Pria bernama Rudiono (52) itu tak mau dibawa ke Asrama haji karena takut disuntik. Petugas akhirnya menjelaskan bahwa dirinya akan dibawa ke asrama Haji untuk menjalani karantina. “Di sana kayak hidup di hotel, tidur enak, makan enak, minum vitamin,” ujar salah satu petugas yang juga Camat Sawahan, Yunus.

Setelah diberi pemahaman tentang resiko yang akan ditanggung termasuk kemungkinan menulari orang terdekat, pria itu akhirnya bersedia dibawa ke Asrama haji.

Advertisement

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum meminta masyarakat agar menurut. Membantu petugas dengan menuruti saja sudah lebih baik. Sebab, jika sampai virus ini terpapar lebih banyak dan masuk Surabaya maka akan sangat membahayakan.

Untuk mencegah agar wabah di Bangkalan tidak merembet ke surabaya, Pemkot juga akan mendata warganya yang baru datang dari Madura, terutama yang dari Bangkalan.  “Kami telah berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan. Kalau ada warga yang dari Bangkalan atau habis bertamu di sana yang sekarang pulang ke Surabaya, kita akan lakukan tracing,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah meminta para camat dan jajarannya untuk mendata warga yang tinggal di rumah susun (rusun), kos-kosan, perkampungan, atau lainnya yang pernah ada mobilitas dari Madura. Pemkot Surabaya juga akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Bangkalan.(Akbar Surya)*

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement