Connect with us

Nusantara

Selebaran ‘Ayah Carikan Jodoh Anak’ Yang Viral Itu Ternyata Hoax

Diterbitkan

pada

Selebaran hoax yang viral di media sosial.

FAKTUAL-INDONESIA: Media sosial belakangan diramaikan selebaran tentang Ayah mencarikan jodoh anaknya dengan hadiah mobil, tanah dan uang tunai puluhan juta rupiah. Tapi ternyata, selebaran itu hoax yang sengaja disebarkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Merasa dicemarkan nama baiknya, perempuan bernama Arofa Wati (26) yang nama dan fotonya disebutkan dalam selebaran itu, bersama ayahnya H Jaelani itu, akhirnya melapor ke polisi, Jum’at (29/4/2022).

Didampingi kuasa hukumnya, Musthofa, warga Desa Betek Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menyatakan bahwa ayahnya tidak pernah mengadakan sayembara untuk mencarikan suami untuknya tersbeut. “Ibu Arofah ini bersuami, kalau dikatakan pada capture itu tidak bersuami itu salah fatal,” ujar Musthofa.

Selebaran yang ramai jadi bahan perbincangan publik itu sudah viral sejak Rabu (27/4/2022) lalu. Dalam berbhagai unggahan di medsos, selebaran kertas dilengkapi dengan tulisan dan foto seorang perempuan bernama Arofa Wati.

Selebaran yang menyebar di medsos itu bertuliskan:

Advertisement

“PENGUMUMAN: Barang siapa yang mau menikahi putri saya. Yang saat ini sedang hamil di luar nikah yang bernama AROFA WATI. Kami dari pihak keluarmga Arofa / H Jailani. Akan memberikan hadiah bagi orang yang mau menikahi putrid saya dengan hadiah: 1 mobil Avanza dan 1 rumah untuk srofa dan suaminya serta uang sebesar Rp 25.000.000, Dua puluh lima juta rupiah SEKALIGUS tanah seluas 2 hektar.”

Selanjutnya, “Bagi yang minat bisa langsung hubungisaya Whatsapp atau telp. 082338856579 Alamat saya Desa Betek Kecamatan Krucil untuk info lebih lanjut bisa langsung hubungi kami lewat nomor di atas (H. Jailani).”

Arofa mengaku pertama kali mengetahui selebaran tersebut dari WhatsApp Grup (WAG). “Ada di grup, foto doang (foto selebaran, red), tidak ada tulisannya (caption,red),” ujarnya.

Dia mengakui H Jaelani yang disebut dalam selebaran tersebut memang ayah Arofa. Selarang sang ayah dan ibu korban syok saat diberitahu tentang adanya selebaran tersebut.

Pihak keluarga berharap polisi bisa menangkap pelakunya dan mengungkap motif dibalik penyebaran kabar bohong tersebut. Mereka juga berharap pelakunya diberi hukuman yang setimpal.

Advertisement

Sementara itu, Kepala SPKT Polres Probolinggo, Iptu Gatot Santoso mengatakan, pihaknya telah menerima aduan tersebut. “Setelah saya akan limpahkan kepada pimpinan, untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement