Connect with us

Nasional

5 Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta, Nomor 1 dan 3 Mencengangkan!

Diterbitkan

pada

Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pada Senin kemarin (2/5/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan shalat Idul Fitri di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah orang nomor satu ini Indonesia menggunakan bangunan banguan bersejerah untuk sholat, sangat menarik rasanya jika menguak fakta istana kepresidenan Yogyakarta tersebut.

Melansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Istana Kepresidenan Yogyakarta merupakan Kompleks istana yang berada di ketinggian 120 meter dari permukaan laut.

Kompleks ini dibangun di atas lahan seluas 43.585 m2, di pusat keramaian ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, menghadap ke arah Timur, berseberangan dengan Museum Benteng Vredeburg, bekas benteng Belanda.

Baca juga: Presiden Joko Widodo dan Keluarga Shalat Idul Fitri di Halaman Gedung Agung, Yogyakarta

Istana ini merupakan salah satu istana dari istana Kepresidenan lainnya, yang memiliki peranan amat penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan kehidupan bangsa Indonesia. Lantas, apa saja Fakta istana kepresidenan Yogyakarta yang menarik?

Berikut beberapa Fakta istana kepresidenan Yogyakarta yang telah faktualid.com rangkum dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan sumber lainnya.

Advertisement

1. Tempat lahir Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu anak dari Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri sekaligus presiden Indonesia yang kelima. Tahukah Anda bahwa Megawati Soekarnoputri ternyata lahir di Istana Kepresidenan Yogyakarta, sebagimana yang dilansir dari setneg.go.id.

Ibu Fatmawati yang merupakan istri dari Presiden Soekarno yang saat itu sedang hamil tua, melahirkan Megawati Soekarnoputri pada Januari 1947 di Gedung Agung Yogyakarta.

2. Asal usul nama gedung agung

Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menarik berikutnya yaitu asal usul nama gedung agung. Istana Kepresidenan Yogyakarta dikenal juga dengan nama Gedung Agung atau Gedung Negara.

Masih dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Ternyata, penamaan itu berkaitan dengan salah satu fungsi gedung utama istana itu, yaitu sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung.

Para tamu agung ini diketahui mempunyai tujuan beragam, mulai dari tugas kenegaraan hingga mengunjungi tempat-tempat wisata di Yogyakarta.

3. Pernah dikunjungi pejabat dari sejumlah negara

Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta

Fakta Istana kepresidenan Yogyakarta (Foto Ilustrasi: Istimewa)

Istana kepresidenan Yogyakarta pernah digunakan presiden Soekarno sebagai tempat beristirahat atau berkunjungnya para tamu negara. Selain itu, fakta istana kepresidenan Yogyakarta pernah disambangi oleh sejumlah tamu dari berbagai negara.

Beberapa tamu tersebut diantaranya:

Advertisement
  • Presiden India Rajendra Prasad (1958).
  • Raja Bhumibol Adulyadej dari Muangthai (Thailand), Presiden Pakistan Ayub Khan, dan Perdana Menteri Aljazair Ferhart Abbas (1960-an).
  • Ratu Elizabeth II dari Inggris (1974)
  • Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew (1980)
  • Pangeran Charles dan Putri Diana dari Inggris (1989)
  • Kaisar Akihito dari Jepang (1991).

Baca juga: 6+ Tempat di Dunia yang Dinamai Soekarno, Salah Satunya Masjid di Rusia

4. Terletak di pusat keramaian

Salah satu fakta Istana kepresidenan Yogyakarta yang menarik adalah terletak di pusat keramaian. Istana ini bertempat di titik keramaian, yakni dekat Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg, dan Malioboro.

Kompleks istana ini berada di ketinggian 120 meter di atas permukaan laut (mdpl), serta luas lahannya adalah 43.585 meter persegi. Gedung ini dibangun pada Mei 1824 atau ketika penjajahan Belanda.

Berdasarkan laman resmi situs web Kementerian Sekretariat Negara, pembangunan gedung ini dicetus oleh seorang residen Belanda bernama Anthonie Hendriks Smissaer, dengan arsitek bernama A Payen. Dulunya bangunan ini merupakan kediaman residen Belanda.

Mengutip laman Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada sejumlah wisma di kompleks tersebut, antara lain Wisma Indraprasta, Wisma Negara, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiratawu, dan Wisma Saptapratala.

5. Saksi bisu perjalanan sejarah Bangsa Indonesia

Sejumlah bangunan di Indonesia pasti pernah memiliki nilai sejarah bagi bangsa Indonesia. Pada masa pemerintahan Belanda, Gedung Agung semula menjadi kediaman resmi residen Belanda ke-18 bernama Anthonie Hendriks Smissaert di Yogyakarta pada 1823-1825.

Lalu pada penjajahan Jepang, gedung tersebut disinggahi oleh Koochi Zimmukyoku Tyookan, penguasa tertinggi Jepang di Yogyakarta secara resmi. Ketika Karesidenan Yogyakarta ditingkatkan status administrasinya menjadi provinsi sejak tahun 1927, fakta fakta Istana Presiden Yogyakarta ini kemudian berubah julukan menjadi Gubernuran atau Loji Gubernur.

Advertisement

Itulah beberapa fakta Istana Presiden Yogyakarta yang menarik. Apakah Anda sudah tahu sebelumnya? Setelah mengetahui fakta diatas, jangan lupa Anda mempelajari sejarah dan mengunjungi Gedung Agung ketika berkunjung ke Yogyakarta.***

Baca juga: 6 Hotel Bersejarah di Indonesia yang Melegenda dan Ikonik

Lanjutkan Membaca
Advertisement