Nasional
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa di Tuban, Tercatat 68 Kali Gempa Susulan

Suasana usai gempa di Tuban, 22 Maret 2024. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Sejumlah bangunan di Pulau Bawean wilayah perairan Kabupaten Gresik dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga rubuh akibat gempa di Timur Laut Tuban, Jumat (22/3/2024) hari ini. Tercatat terjadi 68 kali gempa susulan.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sukardi, dari data terbaru yang diterimanya, ada dua rumah dan masjid yang rusak hingga roboh, hingga Rumah Sakit yang dindingnya retak akibat gempa.
“Saat ini total bangunan yang mengalami kerusakan masih dihitung. Ada 16 desa dari dua kecamatan (Sangkapura dan Tambak), yang terdampak paling parah di Kecamatan Tambak. Sementara rumah sakit yang (dindingnya retak) itu adanya di Sangkapura,” jelasnya kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (22/3/2024) malam.
Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendataan terkait kerusakan. Selain itu, saat ini pihaknya juga bersiap untuk segera mengirimkan bantuan ke Pulau Bawean, yang rencananya diberangkatkan pada pukul 20.00 WIB.
“Ini kita persiapan (pengumpulan bantuan) sejak sore menjelang magrib, kita mengitung kebutuhan awal, ada tenda pengungsi satu set, ditambah terpal 100 unit, makanan siap saji 100 dus, dan ada dua mobil (untuk mobilisasi) kita bawa masuk ke kapal,” jelasnya.
Perjalanan diperkirakan memakan estimasi hingga, Sabtu (23/3/2024) pagi besok, pukul 06.00 WIB. “Pantauan perjalanan InsyaAllah tidak ada kendala, mudah-mudahan perjalanan kapal lancar-lancar saja,” pungkasnya.
Sementara itu, kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, gempa susulan terakhir terjadi pukul 18.40 WIB Jumat, 22 Maret 2024.
“Hingga saat ini terjadi 68 gempa susulan. Gempa paling parah terjadi tadi pukul 15.52 WIB dengan kekuatan 6,5 magnitudo, dengan durasi 30 detik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Kamis (23/3/2024).
Gatot mengatakan pihaknya saat ini melakukan koordinasi dengan Pusat Krisis Kesehaatan Regional Jawa Timur, BPBD kabupaten/kota. Juga melakukan penanganan pembersihan material pada wilayah masing-masing.
Tak hanya itu, BPBD Jatim dan BPBD daerah melakukan assessment pada wilayah masing-masing. Gatot menghimbau warga untuk tetap waspada dan berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait.
“Kami juga melakukan koordinasi dengam BNPB yang selalu minta update kondisi bencana untuk bisa mengambil langkah-langkah terkini,” pungkasnya.***














