Connect with us

Nasional

Prof Salim Said yang Rendah Hati, Kini Telah Tiada

Diterbitkan

pada

Tokoh pers nasional, Prof Salim Said tutup usia. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Tokoh pers nasional, Prof. Salim Haji Said dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu malam (18/5/2024) di RS Cipto Mangunkusumo. Kabar duka ini disampaikan oleh salah satu keponakannya, Zacky Riyadi.

Zaxky menyebut almarhum wafat karena sakit, dan dia sempat bolak-balik dirawat di rumah sakit.

Beberapa jam sebelum ajalnya, kondisi kesehatan almarhum juga terus menurun hingga akhirnya Prof. Salim Said menghembuskan napas terakhirnya di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Sabtu, pada pukul 19.33 WIB.

“Innalilahi wa innailaihi rajiun, telah meninggal orang tua kami, paman kami, Prof. Dr. H. Salim Said, malam ini jam 19.33 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Beliau memang sudah dalam kondisi sakit beberapa lama, sempat juga keluar masuk ruang ICU juga, dan beberapa saat memang semakin drop beberapa hari ke belakang, dan Qadarullah memang hari ini dipanggil oleh Allah S.W.T,” kata Zacky, yang merupakan ponakan laki-laki tertua dari almarhum saat ditemui di rumah duka di kediaman Prof. Salim Said, Kompleks PWI, Cipinang, Jakarta, Sabtu (18/5/2024).

Sosok yang Terbuka

Advertisement

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengenang sosok Prof Salim Said sebagai seorang yang rendah hati dan terbuka.

“Beliau merupakan sosok yang terbuka dan rendah hati, yang melayani undangan kami pada saat kami menjadi wartawan muda di era tahun 99 saat mengundang beliau dalam diskusi,” kata Usman Kansong, Sabtu (18/5/2024) dikutip Antara.

Hal tersebut dirasakan ketika Usman Kansong ketika masih menjadi wartawan muda pada awal-awal reformasi, saat mengadakan kegiatan diskusi kecil dengan tamu yang tidak begitu banyak.

Dirinya menceritakan bahwa pada saat itu, Prof Salim Said merupakan seorang intelek dan juga wartawan ternama. Dengan berbagai kesibukannya pada saat itu, beliau masih mau menyempatkan untuk hadir dalam kegiatan diskusi tersebut.

“Saya punya kenangan dengan Prof pada tahun 99 saya kira, masa awal reformasi. Waktu itu kita mengundang Prof untuk berdiskusi. Nah yang sangat saya apresiasi, kami ini kan wartawan muda (pada saat itu), kemudian jumlah tidak besar tapi Prof yang cukup dikenal baik sebagai wartawan dan intelektual mau melayani undangan kami,” ujar dia.

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut, dirinya beserta teman-teman wartawan muda era itu mengaku banyak mendapatkan ilmu melalui diskusi serta pengalaman yang didapat dari Prof Salim Said.

Prof Salim Said memang dikenal sebagai seorang intelek dan juga wartawan ternama. Tidak hanya itu saja, dirinya juga banyak menciptakan buku dengan berbagai judul yang banyak mengangkat tema film, politik dan juga militer.

Prof Salim Said juga merupakan seorang intelek ternama di Indonesia, dirinya pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan psikologi, sayangnya tidak berlanjut.

Dirinya lebih memiliki jurusan sosiologi di universitas yang sama dan dinyatakan lulus pada tahun 1976. Kemudian, dirinya tidak berpuas diri dalam menimba ilmu.

Hal tersebut dibuktikan dengan berangkatnya Prof Salim Said ke Amerika Serikat, untuk melanjutkan pendidikan di Ohio State University. Tidak tanggung-tanggung, dirinya meraih tiga gelar sekaligus di sana, yakni magister Hubungan Internasional, Ilmu Politik, dan doktor Ilmu Politik.

Advertisement

Prof Salim Said juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Republik Ceko pada masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tepatnya pada tahun 2006 hingga 2010. Selamat jalan Prof!***

Lanjutkan Membaca