Nasional
Gunung Semeru Kembali Perlihatkan Aktivitasnya, Semburkan Abu Panas 9 Kali Sejauh 1.200 Kilometer

Gunung Semeru masih terus menunjukkan aktivitasnya. Masyarakat sekitarnya diminta untuk tetap waspada. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (7/3/2025). Dilaporkan, Semeru meletus lagi pada Jumat dini hari (7/3/2025) dan menyemburkan 9 kali kolom abu setinggi 1.200 meter.
Hal tersebut disampaikan petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (7/3/2025).
Dilaporkan, sejak pukul 00.00 WIB Gunung Semeru memperlihatkan aktivitasnya. Beberapa erupsi yang menonjol di antaranya terjadi pada pukul 00.39 WIB.
Kolom abu teramati berintensitas sedang membubung setinggi 1.100 meter mengarah ke barat daya. Selain itu, erupsi dengan tinggi kolom 1.200 meter terjadi pada pukul 04.34 WIB. Letusan dengan intensitas sedang itu mengarah ke utara. Selain dua erupsi tersebut, terdapat tujuh kali erupsi lainnya dengan ketinggian kolom abu antara 300-800 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Semburkan Letusan Setinggi 1.100 Meter
Dalam 24 jam terakhir atau pada Kamis (6/3/2025) sejak pukul 00.00 WIB, Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat terjadi erupsi berupa letusan sebanyak 67 kali.
Namun, beberapa erupsi yang terjadi tidak dapat teramati secara visual karena Gunung Semeru tertutup kabut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, saat ini status aktivitas Gunung Semeru berada di level II atau waspada.
Meski begitu, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh delapan kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Terlebih, saat ini sekitar Gunung Semeru kerap diguyur hujan lebat yang berisiko menimbulkan banjir lahar. “Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” imbau dia.***














