Connect with us

Nasional

Gunung Merapi Muntahkan 19 Kali Guguran Lava Pijar pada 8 Juni 2025 Dini Hari

Diterbitkan

pada

Gunung Merapi Muntahkan 19 Kali Guguran Lava Pijar pada 8 Juni 2025 Dini Hari

Gunung Merapi kembali erupsi pada 7 Juni pagi hingga 8 Juni 2025 dini hari. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta terus menunjukkan aktivitas vulkanik dengan intensitas tinggi. Pada Sabtu dini hari (7/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025) dini hari, Merapi kembali erupsi.

Berdasarkan laporan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode 7 Juni 2025 pukul 00.00 WIB-24.00 WIB, tercatat sebanyak 19 guguran lava pijar meluncur ke arah barat daya.

“Teramati 19 kali guguran lava ke arah Barat Daya, yakni menuju Kali Bebeng, Kali Putih, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter,” ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso, dalam keterangan resmi pada Minggu (8/6/2025).

Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi pada 27 April 2025,  Masyarakat Diminta Waspada

Asap kawah bertekanan lemah tampak berwarna putih, dengan intensitas tipis dan ketinggian mencapai 125 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar gunung bervariasi, dari cerah hingga berawan, dengan kondisi angin dominan bertiup ke arah barat.

Advertisement

Hingga kini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG kembali mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana (KRB), terutama di daerah berikut:

1.⁠ ⁠Sektor selatan–barat daya

Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

2.⁠ ⁠Sektor tenggara

Advertisement

Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi, Muntahkan 23 Kali Guguran Lava

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), terutama saat turun hujan di sekitar puncak gunung, yang dapat memicu lahar hujan.

Selain itu, kemungkinan terjadinya abu vulkanik akibat erupsi eksplosif juga perlu diantisipasi, terutama yang berdampak pada permukiman, lahan pertanian, dan aktivitas transportasi.

Berdasarkan hasil pemantauan, suplai magma ke dalam tubuh Gunung Merapi masih terus terjadi, yang menandakan potensi peningkatan aktivitas vulkanik masih terbuka.

BPPTKG menyatakan akan terus memantau perkembangan secara intensif. Jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan, maka status Gunung Merapi akan segera dievaluasi dan diumumkan kepada publik.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement