Kesra
Hinaan Tetangga Melecut Dian Nursiati, Anak Sopir Angkot Sukses Menjadi Sarjana di Taiwan

Foto: Dok. Instagram @diannursiati
FAKTUALid – Dian Nursiati (22 tahun) mungkin bisa dijadikan teladan untuk orang lain yang mungkin saat ini hidup dengan perekonomian tidak bagus, untuk tetap tidak rendah diri.
Dian Nursiati mungkin juga bisa dijadikan teladan, disaat kita dihina karena kondisi perekonomian tidak bagus, untuk tidak marah-marah tidak karuan.
Justru hidup dalam situasi serba kekurangan, dihina karena perekonomian yang tidak bagus, hal itu melecut kita untuk berjuang memperbaiki kehidupan.
Siapa sih Dian Nursiati ? Dia hanyalah seorang anak sopir angkutan kota (angkot) di Kedungwaringin, perbatasan Bekasi – Karawang yang hidup serba pas-pasan.
Hidup seperti itu membuat Dian Nursianti harus menahan kesedihan bercampur rasa marah, sebab sering dihina tetangganya.
Kesedihan dan kemarahan itu menjadi energi positif bagi Dian untuk menggapai sukses. Meski jalan panjang masih harus dilalui, namun Dian Nursiati kini sudah punya rasa bangga, untuk tidak dihina lagi oleh tetangganya.
Dian Nursiati kini sukses menggapai impiannya dalam studi, dengan berhasil lulus kuliah di Meiho University, Taiwan.

Foto: Dok. Instagram @diannursiati
Keberhasilan itu diungkapkan Dian Nursiati lewat akun TikToknya @diannursiati. Dalam videonya itu ia tengah memakai toga dan baju wisuda.
Dian mencurahkan isi hatinya. Ia mengungkapkan bagaimana dulu dirinya kerap dianggap sepele oleh tetangganya.
“Waktu itu ada orang yang ngomong begini sama gue. Anak sopir angkot aja mimpinya ketinggian. Pengen kuliah di luar negeri (sambil menjulurkan lidah). Alah, bu paling banter juga dia di sana cuman jadi pembantu. Cuman emaknya malu, makanya bilangnya ini program kuliah, begitu. Sabarin aje,” ucap akun TikTok @diannursiati.
Disebut menjadi pembantu di luar negeri memang membuat Dian kesal. Dia hanya bisa mengelus dada dan mencoba sabar dengan nyinyiran tetangganya tersebut.
“Alah paling kata juga nanti gak kelar pulang. Mana bisa bapaknya ngebiayain dia sampai lulus? Gak pape sabarin aje! Cuman gue mau ngomong satu ye, mah bah neng lulus,” lanjut Dian yang emosi.
“Makasih nih motivasinya yah , ga sia2 lu pada ngehina gua . ##nyindirkeras
Dian senang bisa membuktikan jika anak sopir angkot bisa berhasil menjadi sarjana. Sambil menangis terharu ia menunjukkan ijazah S-1 dari Meiho University, Taiwan dimana di disitu tertera namanya.

Foto: Dok. Instagram @diannursiati
“Nih elu tengok bae-bae Meiho University. Kagak percaya? Tengok bae-bae Dian Nursiati nama gue kunyang! Gue lulus elu jangan sekate-kate kalau ngomong ye. Gue lulus… gue lulus! Makasih sudah ngomongin gue selama empat tahun gue elu hina. Elu kagak percaya sama kemampuan gue. Gue lulus ueakkh! Makasih nih motivasinya yah , ga sia2 lu pada ngehina gua . #nyindirkeras,” lanjut Dian lagi dalam video yang jadi viral itu.
Hingga Senin (19/7/2021) video tersebut sudah ditonton lebih dari 9,9 juta Views, mendapat 1,6 juta Likes dan 20,3 ribu komentar. Warganet ada yang ikut bangga melihat keberhasilan Dian dan memuji aksinya.
“Neng yang lulus, saya yang nangis terharu.., semangat ya neng, orang tua bangga ma kamu.., 🥰,” ujar akun @Eka Ernawati.
“Mantapp. Mentalnya kuat daripada yang menghina,” ucap akun @Nathanimoella Nicholletha ibiw.
“Dulu gue juga pernah ada yang hina anak satpam aja soksoan kuliah kesehatan kaya kebayar aja dan alhamdulillah bentar lagi lulus gue ,” tutur akun @mama mudaa.
“Waw bisa jadi motivasi buat kita semua nih,” saut akun @Waw.
“Gw seneng liat lu mbak terharu ampe netes air mata tapi gw takut juga sama lu mata lu melotot kek mau keluar ,” timpal akun @SadBoy🥺.
“Gw ikut Bangga.. karena gw pernah merasakan ini .. semangat.. omongan tetangga yang dengki adalah motivasi buat kita,” terang pengguna TikTok @ENah Lestari.
Dian Nursiati yang mengunggah kisahnya di TikTok itu mengaku terkejut dan terharu saat mengetahui curhatannya viral di media sosial.
“Dian kaget dan reaksi orangtua juga kaget bukan main, sempet terharu karena banyak apresiasi bagus dari teman-teman. Tapi Dian sempet juga kecewa karena beberapa ada yang beranggapan aksen logat yang digunakan terkesan urakan dan tidak terdidik. Padahal itu adalah logat asli orang Bekasi pinggiran. Di samping itu Dian juga buat video secara spontan di akun pribadi. Jadi memang nggak ada niat buruk sama sekali,” kata Dian kepada wolipop.detik.com, Senin (19/7/2021).

Foto: Dok. Instagram @diannursiati
Awal Mula Dian Kuliah di Taiwan
Dian Nursiati, anak bungsu dari tiga orang bersaudara ini berhasil menjadi sarjana di Meiho University, Pingtung, Taiwan, program pendidikan manajemen informasi. Dian pun dengan ramah menceritakan awal mula bisa kuliah di Taiwan.
“Aku kuliah di sana karena ikut program kuliah dan magang kerja empat tahun di Taiwan. Jadi pas lulus di SMK Binakarya 1 Karawang, sekolahku kerjasama dengan yayasan yang memberangkatkan siswa dengan nilai tertentu dari hasil UN untuk seleksi program, melalui test (bahasa Inggris, Mandarin, tulis, nilai rapot, jurusan, interview, pelatihan, medical),” kata Dian, Senin (19/7/2021).
Setelah melalui beberapa tahapan, Dian berhasil lulus tes tersebut. Pada 2017 sebelum mendapatkan pengumuman kelulusan, Dian menuturkan jika ada salah satu tetangga di kampungnya yang bilang “ga usah tinggi-tinggi, kaya gitu emang mampu”, dan ada juga yang mengatakan “halah gak akan diterima tinggi badan ajah gak seberapa”, lalu ada juga yang nyinyir “anak sopir angkot ajah segala macam-macam khayalannya.”
Tak butuh waktu lama, Dian membuktikan hinaan dari tetangganya tersebut tidak menghalanginya meraih mimpinya. Pada Juli 2017 berdasarkan hasil pengumuman dari sekolah, Dian dinyatakan diterima di Universitas Meiho, Taiwan.
“Nggak selesai sampai situ. Masih banyak omongan tetangga kampung yang menurut Dian ya cukup menguji mental kedua orangtua. Tapi alhamdulillah September 2017 Dian berangkat tanpa kendala, di Taiwan pun Dian beberapa kali mengalami insiden yang cukup berat,” ungkap Dian.
Masa Sulit Kehidupan di Taiwan
Dian yang tinggal di daerah Kedungwaringin, perbatasan Karawang dan Bekasi itu menegaskan jika dari awal mendaftar sampai lulus kuliah di Taiwan orangtuanya tidak pernah mengeluarkan biaya apapun. Dan dia pun tak hanya sekadar kuliah saat berada di Taiwan.
Pada 2017 Dian magang di Caesar Park Kenting Hotel, Taiwan. Kemudian pada 2018-2021 ia magang di PT Kisaraki food.co.ltd zhutian Taiwan.
“Karena ini beasiswa parcial yang gratisnya itu hanya sebagian, jadi sebagian lagi dibayar dari hasil magang dan part time (curi waktu) di luar. Selama program magang Dian beberapa kali dapet kendala, jadwal tidak sesuai karena Corona akhirnya harus putar otak bagaimana caranya ketika nganggur Dian tetap bisa bayar kuliah dan makan,” kenangnya.
Akhirnya Dian memilih melakukan berbagai jenis pekerjaan paruh waktu. Dia pernah bekerja setengah waktu di kebun buah, sebagai pelayan di restoran yakiniku, hingga menjadi juru masak dan cuci piring di warung tempura.
“Itu semua aku lakukan karena selain Dian harus bayar kuliah, makan, dan lainnnya, orangtuaku di rumah kesulitan ekonomi sebab angkot sudah mulai jarang penumpang karena banyak ada ojek online, ditambah masa pandemi,” kenangnya.
Mental Dian diuji selama berada di Taiwan. Bukan hanya tetangga, teman satu kampus bahkan sering mengucilkannya. Padahal Dian adalah penerjemah dan menjadi jembatan yang mendaftarkan mereka di tempat magang karena mereka memiliki kendala di bahasa Mandarin.
Ia juga beberapa kali masuk rumah sakit. Pada 2019 Dian kecelakaan kerja di perusahaan tempatnya magang, tangannya terjepit mesin. Pada 2020 Dian harus operasi karena patah tulang setelah ditabrak.
“Tahun 2019-2020 itu tahun paling berat,” ucap Dian.

Foto: Dok. Instagram @diannursiati
Perkenalkan Tarian Jaipong
Agar melepas penat dan mengalihkan pikirannya yang kerap menerima bully-an, Dian mencoba mengikuti aktivitas menari. Ia mengaku sudah jatuh cinta pada tarian seni Jaipong sejak kecil karena diajarkan langsung oleh ayahnya, Daman Sudirman. Oleh karena itu dia mencoba melestarikan budaya Indonesia di kampusnya dengan memperkenalkan tarian Jaipong.
“Dian juga sering tampil Jaipong di Taiwan saat acara festival dan sempat jadi guru les untuk seni tari Indonesia di Taiwan. Aku juara satu pas acara pencarian bakat tari Jaipong di Taiwan dan juara 1 acara seni di festival seni antar negara,” ujarnya.
Dian fokus mencari kegiatan yang positif usai menjalani kuliah. Ia kerap mengisi acara kampus dengan tarian Jaipong. Dan prestasinya tersebut mendapatkan reaksi positif dari kampusnya.
“Semester 2 Dian peringkat 3, semester 3, 4, 5 peringkat 2. Selanjutnya Dian kurang maksimal karena Dian izin operasi tiga bulan. Oiya, peringkat ini diambil dari penilaian peringkat seluruh mahasiswa Indonesia aja. Terakhir aku dapat penghargaan mahasiswa terbaik Indonesia,” imbuhnya.

Foto: Dok. Instagram @diannursiati
Meluapkan Emosi di Tiktok
Saat tetangga di rumahnya membuat kedua orangtua Dian merasa terpojok, dia di perantauan juga merasakan hal yang sama. Oleh karena itu ketika Dian berhasil lulus kuliah, ia dengan spontan membuat luapan emosinya di TikTok.
“Dian dan orangtuaku tetap sama-sama kuat. Sampai akhirnya pas lulus secara spontan Dian meluapkan itu di video singkat. Pas tahu viral Dian kaget karena sebelumnya video Dian juga ada yang viral tapi nggak seheboh kali ini,” tuturnya terkejut.
“Dian kaget dan reaksi orangtua juga kaget bukan main, sempet terharu karena banyak apresiasi bagus dari teman-teman. Tapi Dian sempet juga kecewa karena beberapa ada yang beranggapan aksen logat yang digunakan terkesan urakan dan tidak terdidik. Padahal itu adalah logat asli orang Bekasi pinggiran. Di samping itu Dian juga buat video secara spontan di akun pribadi. Jadi memang nggak ada niat buruk sama sekali,” lanjutnya.
Dian yang membuat heboh warganet, kemudian mendapatkan undangan dari beberapa stasiun televisi. Akan tetapi orangtuanya tidak mengizinkan dengan alasan Dian pulang untuk pengurusan dokumen karena akan melanjutkan sekolah di Surabaya dan memperbaiki mental. Orangtuanya khawatir jika Dian tampil di televisi ada netizen yang pro kontra dan akhirnya mengganggu mentalnya.
“Aku lulus program S-1 tanggal 1 Juli 2021. Aku sekarang masih di rumah mau siap-siap ke Surabaya. Dan bekerja di yayasan yang memberangkatkan pekerja migran ke luar negeri dan menetap di yayasan tersebut,” tutup Dian dengan ramah. ***
Sumber: wolipop.detik.com














