Nasional
Bentuk Nyata Wujud Nilai Kerukunan, 477 Gereja Katolik Buka Layanan Singgah bagi Pemudik Jelang Idulfitri

Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M, sebanyak 477 Gereja Katolik di berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi menyediakan tempat singgah bagi para pemudik. (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama bekerja sama dengan Gereja Katolik Indonesia menginisiasi program Gereja Ramah Pemudik.
Sebagai bagian dari program tersebut, sebanyak 477 Gereja Katolik di berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi menyediakan tempat singgah bagi para pemudik menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M.
Dirjen Bimas Katolik Suparman berharap kehadiran Gereja katolik sebagai tempat singgah dapat membantu para pemudik untuk beristirahat dengan nyaman dan aman sehingga dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman dengan sukacita.
“Inisiatif ini menjadi wujud nyata toleransi serta solidaritas kemanusiaan dalam menyambut momentum Idulfitri, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan di tengah umat Katolik yang juga tengah menjalankan ibadah Prapaskah,” kata Suparman di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Seperti dikutip dari laman Kemenag, Suparman mengungkapkan Program Gereja Katolik Ramah Pemudik ini bentuk paling nyata untuk mewujudkan semangat kepedulian, semangat melayani, dan mencintai sesama tanpa sekat. “Ini adalah bentuk nyata mewujudkan nilai kerukunan dan persaudaraan di antara umat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur Urusan Agama Katolik Salman Habeahan. Menurutnya, pemudik perlu disambut dengan baik, khususnya saudara-saudara yang akan merayakan Idulfitri di kampung halaman.
“Setelah menerima arahan dari Dirjen Bimas Katolik, saya segera melakukan rapat koordinasi dengan para Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat Katolik se-Indonesia. Ada 477 Gereja Katolik di berbagai daerah di Indonesia siap melayani pemudik,” sebutnya.
“Gereja atau rumah ibadah Katolik yang berada di sepanjang jalur mudik terbuka dan siap menerima para pemudik yang ingin singgah untuk beristirahat di tengah perjalanan.. Hal ini juga menjadi bagian dari semangat “ziarah mudik”, sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan membangun kerukunan antarumat beragama.” sambungnya.
Di wilayah Sumatera Selatan misalnya, terdapat Gereja Katolik Santa Theresia Liseux dan Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph yang siap menyambut para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat sejenak selama perjalanan. Di Provinsi Jambi, layanan serupa juga disediakan oleh Gereja Stasi Santo Lukas Muara Tembesi yang berada di Jalan Jambi Muara Bungo Km 2, RT 10, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.
Sementara di Sulawesi Utara, Gereja Katolik Santo Andreas Lolak yang terletak di Jalan Trans Sulawesi Km 178, Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow juga membuka fasilitas singgah bagi para pemudik.
Di Provinsi Gorontalo, dua gereja turut ambil bagian dalam program ini, yaitu Gereja Katolik Santo Theodorus Kaaruyan yang berada di Jalan Trans Sulawesi No. 3, Desa Kaaruyan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, serta Gereja Katolik Santa Maria Bintang Kejora Kwandang yang berlokasi di Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Selain itu, sejumlah gereja Katolik lainnya di wilayah Jawa, Papua, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku juga turut membuka fasilitas serupa untuk melayani para pemudik yang ingin singgah sejenak dan beristirahat selama perjalanan menuju kampung halaman. ***














