Connect with us

Nasional

Bencana Negeriku: 27 Meninggal akibat Banjir Bandang dan Lahar Dingin Gunung Marapi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Bencana banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi yang melanda tiga daerah di Sumatera Barat Sabtu (11/5/2024) malam menelan banyak korban jiwa dan mengakibatkan fasilitas umum seperti jalan rusak parah.

Bencana banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi yang melanda tiga daerah di Sumatera Barat Sabtu (11/5/2024) malam menelan banyak korban jiwa dan mengakibatkan fasilitas umum seperti jalan rusak parah.

FAKTUAL INDONESIA: Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menyampaikan bela sungkawa dan duka yang mendalam bagi keluarga dari korban bencana banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi di daerah itu.

Hingga Minggu (12/5/2024) pukul 14.30 WIB, korban yang meninggal akibat  bencana banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi yang melanda tiga daerah di Sumbar  berjumlah 27 orang.

Tim gabungan masih berada di lapangan karena masih ada korban bencana banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi yang diduga belum ditemukan.

Sementara Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menetapkan darurat siaga bencana 14 hari ke depan terkait musibah banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi pada Sabtu (11/5/2024).

“Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk penanganan pascabencana secepat mungkin,” kata  Gubernur Sumbar, Mahyeldi

Advertisement

Seperti dilansir antaranews.com, semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemprov Sumbar sudah diperintahkan untuk turun dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terdampak bencana.

“Kami juga berterima kasih pada TNI, Polri, Tim SAR dan semua pihak lain yang telah bahu membahu untuk mengatasi dampak bencana ini,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai untuk tetap waspada pada potensi bencana banjir karena cuaca masih kurang bersahabat.

Bencana banjir melanda tiga daerah di Sumbar, yakni  Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.

Selain menelan banyak korban jiwa, banjir juga merusak rumah warga dan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan.

Advertisement

BPBD Sumbar di Padang, Minggu melansir, dari 27 orang warga yang menjadi korban meninggal dunia itu sebanyak 16 orang berasal dari Kabupaten Agam dan 11 orang merupakan warga Tanah Datar.

“Daerah asal korban jiwa ini baru data sementara karena sebagian masih belum teridentifikasi,” kata Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham di Padang, Minggu.

Ia menyebut, sebagian besar korban meninggal dunia dibawa ke RS Achmad Muctar Bukittinggi dan RSUD Tanah Datar. Sebagian lagi sudah dibawa ke rumah duka.

Menurutnya, tim gabungan masih berada di lapangan karena masih ada korban yang diduga belum ditemukan.

Darurat Siaga Banjir

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menetapkan darurat siaga bencana 14 hari ke depan terkait musibah banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi pada Sabtu (11/5).

“Musibah itu membuat beberapa daerah di Agam terdampak. Koordinasi dengan Pemkab Agam yang diwakili sekretaris daerah menyatakan status darurat siaga bencana selama 14 hari ke depan,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0304 Agam Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho, Minggu.

Untuk itu, ia memimpin langsung 90 personel TNI dalam proses evakuasi pembersihan dan pencarian korban banjir lahar dingin di Desa Bukit Batabuah.

“Kami bagi dua tim penyelamat, untuk Kabupaten Agam hingga posisi 13.00 WIB ditemukan 18 korban meninggal dunia dan 19 korban luka, semua diarahkan ke RSAM Bukittinggi,” kata Bayu.

Menurutnya, upaya keselamatan warga menjadi yang utama, melihat resiko kebencanaan masih besar karena intensitas hujan di kawasan puncak gunung masih tinggi

Advertisement

Ia mengatakan, untuk Kabupaten Agam, terdapat empat titik bencana banjir bandang dan lahar dingin masing-masing di Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Koto dan Kecamatan Ampek Angkek.

“Yang terparah memang di Bukit Batabuah Kecamatan Canduang ini akibat banjir lahar dingin Gunung Marapi, sementara di Kecamatan IV Koto itu banjir bandang aliran sungai berhulu ke Gunung Singgalang,” kata Bayu.

Bayu meminta warga masyarakat di Kabupaten Agam untuk menginformasikan kepada pihak berwenang jika masih terdapat anggota keluarga yang hilang atau tidak ditemukan.

“Posko gabungan didirikan di SD (sekolah dasar) terdekat di jarak aman. Menyusul nantinya dapur umum untuk warga. Silahkan laporkan ke petugas,” kata Bayu.

Kodim 0304 Agam juga diperbantukan oleh Pangdam Bukit Barisan dengan alat berat, dukungan alat berat lainnya disiapkan oleh Pemkab Agam agar proses cepat dilaksanakan. ***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca