Connect with us

Wisata

Banjir Bandang Rusak Fasilitas Wisata Guci, Sejumlah Jembatan Terputus

Diterbitkan

pada

Banjir Bandang Rusak Fasilitas Wisata Guci, Sejumlah Jembatan Terputus

Kawasan wisata Guci kembali dihantam banjir. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Kawasan wisata alam Guci di Kabupaten Tegal kembali dilanda banjir bandang yang menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah fasilitas publik. Bencana yang terjadi pada Jumat (23/1) sore itu menghancurkan kolam pemandian air panas dan memutus beberapa jembatan yang biasa digunakan wisatawan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, banjir bandang dipicu oleh meluapnya Kali Gung dengan arus deras yang membawa material lumpur, pasir, dan bebatuan.

Baca Juga : Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Kajian Nasional Tangani Banjir Jawa

Akibatnya, sejumlah pancuran air panas yang menjadi ikon wisata Guci mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah.

Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, menyebutkan sedikitnya tiga jembatan di kawasan wisata tersebut tidak dapat difungsikan karena roboh tersapu arus. Selain itu, satu unit alat berat yang berada di area Pancuran 13 juga dilaporkan hanyut terbawa banjir.

“Kerusakan cukup parah. Beberapa pancuran air panas seperti Pancuran 13, Pancuran Barokah, dan Pancuran Lima sudah tidak tersisa. Jembatan besar dan jembatan gantung juga putus,” kata Wisnu, Sabtu (24/1).

Advertisement

Baca Juga : Tips Aman Berkendara Saat Banjir, Jangan Asal Terobos!

Warga Desa Guci mengungkapkan banjir datang secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Debit air sungai meningkat drastis dalam waktu singkat, disertai suara gemuruh dari arah hulu sebelum air meluap ke area wisata.

Seorang warga setempat, Taufiq, mengatakan air sungai mulai naik cepat sekitar pukul 16.30 WIB. Kondisi semakin memburuk pada dini hari ketika ketinggian air mencapai sekitar tujuh meter.

Baca Juga : Cuaca Jakarta 24 Januari 2026 : Waspada Hujan Lebat dan Banjir

“Arusnya sangat deras dan keruh. Jembatan tidak kuat menahan hantaman air yang membawa lumpur dan pasir,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan kerusakan serta upaya penanganan awal di lokasi terdampak.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun aktivitas wisata di kawasan Guci untuk sementara dihentikan demi alasan keselamatan.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement