Connect with us

Lifestyle

Waduh! Aplikasi Kencan Ini Ingatkan Cacar Monyet pada LGBT

Diterbitkan

pada

Aplikasi kencan Grindr yang populer di Eropa. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Sebuah aplikasi kencan, Grindr memberikan warning agar para pria gay dan biseksual mewaspadai virus cacar monyet.

Aplikasi tersebut, seperti diberitakan Daily Mail, memberikan warning kepada seluruh penggunanya di Eropa, terutama kepada kalangan gay dan biseksual.

Aplikasi tersebut juga menyarankan mereka untuk menghubungi layanan kesehatan seksual jika mereka atau pasangan memiliki luka atau ruam yang tidak biasa.

“Virus cacar monyet menyebar di Eropa, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria. Jika Anda atau pasangan baru-baru ini (21 hari terakhir) mengalami luka atau ruam yang tidak biasa, hubungi penyedia kesehatan seksual Anda atau penyedia kesehatan setempat,” tulis pesan Grindr.

Cacar monyet yang biasanya hanya terdeteksi di Afrika barat dan tengah, kini telah menyebar di 20 negara dalam waktu kurang dari dua minggu.

Advertisement

Para ilmuwan percaya wabah ini kemungkinan dipicu oleh pesta seks di Belgia dan Spanyol.

Pesan dari Grindr, yang telah bermitra dengan lembaga kesehatan di Inggris dan Uni Eropa, menyisipkan link yang mengacu ke halaman Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa soal pencegahan monkeypox.

Mereka juga membagikan tautan ke halaman web yang memungkinkan pengguna menemukan penyedia layanan kesehatan terdekat.

Sebagai informasi, gejala cacar monyet akan muncul 5–21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox.

Gejala awal cacar monyet adalah: demam, letih, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, yang ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

Advertisement

Gejala awal cacar monyet dapat berlangsung selama 1–3 hari atau lebih. Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti lengan atau tungkai.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian menyebabkan borok di permukaan kulit.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement