Kesehatan
7 Penyebab Nyeri Pada Dubur Saat Menstruasi

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Ketika wanita sedang mengalami haid, umumnya akan timbul berbagai ketidaknyamanan, seperti kram perut dan badan lemas. Tak hanya itu, terkadang rasa tidak nyaman juga diiringi dengan nyeri yang pada anus atau bokong. Lalu, apa penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi?
Dubur nyeri saat menstruasi kerap mengkhawatirkan sejumlah wanita. Tentu akan timbul pertanyaan apakah hal ini umum terjadi, atau justru menandakan kondisi medis, terlebih jika baru pertama kali mengalaminya.
Sebenarnya, kondisi ini bisa dibilang wajar dan tidak, tergantung dari sakit yang dirasakan. Kondisi ini akan ketika buang air besar pada saat menstruasi. Ada beberapa jenis nyeri pada bokong yang bisa dialami saat sedang menstruasi. Jadi, penting rasanya untuk mengetahui penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi.
Baca juga: 6 Penyebab Menstruasi Lama atau Berkepanjangan dan Cara Mengatasinya
Berikut beberapa penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi yang telah faktualid.com rangkum dari sehatq dan doktersehat.
Daftar isi
1. Perubahan hormonal
Penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi yang pertama yaitu perubahan hormononal, termasuk prostaglandin. Prostaglandin adalah sekelompok lipid yang dibuat di lokasi kerusakan jaringan atau infeksi. Hormon ini berfungsi untuk menangani cedera dan penyakit.
Hormon satu ini menyebabkan otot rahim berkontraksi yang kemudian membuat peluruhan lapisan rahim dan menimbulkan nyeri hingga kram. Prostaglandin juga menyebabkan kontraksi rektum dan otot dasar panggul di sekitar saluran anus.
2. Otot yang tegang
Gejala umum yang terjadi saat menstruasi adalah ketegangan otot, pembengkakan rahim, kram, dan kembung. Hal inilah yang menjadi penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi. Sebab, gejala tersebut bisa memberikan tekanan pada otot gluteal yang membentuk bokong. Alhasil, menyebabkan nyeri pada area dubur.
3. Kontraksi otot Rahim
Penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi berikutnya yaitu kontraksi otot rahim. Perlu diketahui, kontraksi ini termasuk hal yang umum terjadi ketika haid atau melahirkan. Rasa nyeri yang terasa bisa pada vagina, pinggang bawah, bagian anus atau rektal, selangkangan, hingga paha.
Tak perlu khawatir, nyeri karena kontraksi otor rahim saat haid bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus ke dokter. Jika mengganggu, minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat digunakan. Namun, pastikan penggunaan sesuai anjuran dokter.
4. Posisi tubuh
Selain kontraksi otot rahim, penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi lainnya adalah posisi tubuh. Ini berkaitan dengan posisi tubuh dalam waktu yang lama.
Pada umumnya, rahim akan miring ke depan sehingga Anda mungkin merasakan kram rahim di perut. Sementara, jika posisi tubuh miring ke arah sebaliknya (ke arah punggung), rasa nyeri akan muncul pada daerah bokong dan punggung.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Mood Swing Saat Menstruasi
5. Proctalgia fugax
Proctalgia fugax adalah nyeri atau kram sementara di sekitar bokong dan rektum. Ini bisa menjadi salah satu penyebab proctalgia fugax. Meski hanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, sekitar 30 menit, namun nyeri yang terasa bisa menggangu kenyamanan.
6. Masalah pencernaan
Salah satu penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi adalah masalah pencernaan. Gangguan pencernaan yang biasa terjadi adalah diare, sembelit, dan radang usus bisa menyebabkan nyeri pada dubur, termasuk saat Anda haid.
Masalah pencernaan yang terjadi kemungkinan dapat berdampak pada sakit pada daerah anus. Pasalnya, ketika Anda buang air besar lebih sering dengan konsistensi feses encer dan berair sehingga mengiritasi kulit dan membuat dubur perih dan sakit.
Sementara itu, gejala penyakit radang usus juga akan memburuk ketika masa haid tiba. Bagimana tidak, pada masa ini sensitivitas dubur mengalami perubahan. Inilah yang membuat dubur terasa nyeri.
7. Endometriosis
Penyebab nyeri pada dubur saat menstruasi yang terakhir adalah endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika lapisan endometrium mulai tumbuh pada organ lain yang berada di luar rahim. Endometriosis paling sering ditemukan pada ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul.
Ketika seorang wanita sedang menstruasi, jaringan ini dapat merespons hormon seperti rahim. Namun, karena jaringan ini berada di luar rahim, ini bisa memengaruhi organ lain, memicu peradangan, dan menimbulkan jaringan parut.
Jika jaringan endometrium dapat tumbuh di antara vagina dan rektum (septum rektovaginal), nyeri pada dubur akan semakin hebat saat menstruasi. ***














