Kesehatan
6 Efek Tembakau Gorila yang Berbahaya bagi Kesehatan

Foto Ilustrari (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Tembakau gorila merupakan salah satu “zat psikoaktif baru” yang tergolong ke dalam kategori narkotika golongan 1. Sama seperti narkotika lainnya, tentu ada efek tembakau gorila yang berbahaya bagi kesehatan.
Meski disebut ganja sintesis namun beda dengan ganja biasa. Ganja sintetis berasal dari campuran bahan kimia industri yang disemprotkan pada daun kering dan potongan rumput biasa. Umumnya, nanti akan dibungkus lalu dijual dengan berbagai nama samaran.
Namun, ganja sintesis yang paling terkenal adalah Tembakau Super cap Gorilla yang mulai beredar sejak 2015. Efek tembakau gorila kerap mengkhawirkan masyrakatakat. Namun, banyak masyarakat menganggap bahwa itu sebagai rokok namun dengan efek yang lebih tinggi.
Seseorang yang mengunakan zat terlarang ini akan merasakan halusinasi, badan terasa melayang, perasaan tenang, badan terasa kaku dan terbatas seperti sedang ditiban gorila. Lantas, apa saja efek tembakau gorila bagi kesehatan?
Baca juga: 10 Dampak Penggunaan Narkoba, Salah Satunya Dapat Merenggut Nyawa
Berikut beberapa efek tembakau gorila bagi kesehatan yang telah faktualid.com rangkum dari klikdokter dan doktersehat.
Daftar isi
1. Suasana hati terganggu
Efek tembakau gorila bagi kesehatan yang pertama adalah gangguan suasana hati. Penggunanya sepakat bahwa tembakau ini mampu meningkatkan mood. Tapi, efek tersebut perlahan akan berubah jadi berbahaya, seperti halusinasi dan paranoia.
Bahkan, para penggunanya bisa melukai diri, bunuh diri, dan melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain. Efek psikosis ini dianggap yang paling berbahaya. Terdapat sejumlah ciri-ciri orang mengalami psikosis, antara lain:
- Kecemasan yang ekstrem.
- Kebingungan atau delirium.
- Paranoia yang intens.
- Halusinasi atau delusi.
2. Menurunkan kinerja otak
Banyak orang menyebut tembakau gorila dengan ‘kimia’ karena memang campuran zat kimia didalamnya, yakni zat cannabinoid sintetis jenis AB-CHMINACA. Zat tersebut juga dikatakan sebagai turunan ganja karena efeknya yang mirip.
Efek tembaku gorila yang berasal dari zat kimia mampu merusak sel-sel saraf pada otak dan bersifat tidak bisa kembali lagi (irreversibel). Itulah yang menyebabkan penggunanya bisa mengalami penurunan kinerja otak.
3. Merusak paru-paru
Efek tembakau gorila berikutnya yaitu merusak paru-paru. Ganja sinestis jika hendak dikonsumsi dengan cara membakarnya lalu diisap sama seperti rokok dan ganja. Asap yang diisap akan masuk ke dalam paru-paru sehingga berpengaruh pada paru-paru itu sendiri, pernapasan, tenggorokan hingga alveolus.
Belum lagi, kandungan kimia didalamnya yang membahayakan. Alhasil, ketika seseorang setelah mengsisanya akan merusak permukaan saluran pernapasan dan meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.
Baca juga: Penanganan Kejahatan Narkoba Harus Libatkan Semua Pihak
4. Merusak ginjal
Selain merusak paru-paru, efek tembakau gorila juga bisa merusak ginjal. Ginjal merupakan organ yang beperan sangat penting karena berfungsi menyaring zat-zat beracun keluar dari tubuh atau membersihkan kotoran dalam darah.
Zat kimia yang terkandung didalamnya bisa membebani ginjal dan bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Apabila dikonsumsi secara terus menerus, dampaknya pada tubuh akan mengalami kerusakan ginjal yang kemungkinan pengobatan hemodialisis alias cuci darah yang bisa bersifat sementara atau seumur hidup.
5. Gejala penarikan
Gejala penarikan atau sakau juga termasuk sebagai efek tembakau gorila. Efek ini akan membuat seseorang kecanduan dan ketergantungan. Sudah disinggung sebelumnya, kandungan kimianya mampu memberikan respons hasil psikoaktif.
Penyalahgunaannya bisa membuat penggunanya kecanduan karena menimbulkan perasaan tenang meski hanya sebentar. Efek termasuk nantinya akan memicu perubahan perilaku dan mental. Jika kebiasaan ini tidak dipenuhi akan muncul efek putus obat atau yang biasa dikenal dengan “sakau”.
6. Kerusakan kardiovaskular
Efek tembakau gorila bagi kesehatan yang terakhir adalah mengalami kerusakan kardiovaskular. Dilaporkan, sudah terjadi banyak kasus terhadap dampak buruk tembakau gorila menimbulkan kerusakan pada kardiovaskular, termasuk serangan jantung hingga kasus stroke yang dialami para pemuda.
Keduanya tentu bisa berbahaya dan mengancam nyawa. Selain itu, keduanya juga berdampak pada kerusakan fisik yang berkepanjangan.
Itulah beberapa efek tembakau gorila yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah sudah mengetahuinya, tentu ada perlu meninggalkan kebiasaan ini. Terlebih saat ini tembakau gorila sudah termasuk sebagai narkotika yang mana jika digunakan bisa terancam hukum pidana. Oleh sebab itu, berhentilah menggunakan ganja sintesis ini mulai dari sekarang.***
Baca juga: Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Kendur














