Kesehatan
Masyarakat Harus Tahu KIPI Cukup Tinggi Vaksin Covid-19 Merek Moderna

Foto: Istimews
FAKTUALid– Vaksin Covid-19 merek Moderna saat ini masih diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan atau nakes yang berjuang di garis depan pandemi Covid-19, sebagai booster atau vaksin dosis ketiga.
Meski demikian, peluang untuk memberikan vaksin moderna kepada masyarakat umum juga terbuka. Hal ini dikatakan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Ponorogo, Heni Lastari.
Hanya saja, tutur Heni, pihaknya hanya akan memberikan vaksin moderna kepada masyarakat atas permintaan sendiri atau kelompok masyarakat terkedukasi.
“Moderna hanya untuk kelompok masyarakat yang telah memiliki pengetahuan tentang efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) vaksin Moderna. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir potensi polemik yang ada,” kata Heni kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).
Seperti diketahui, vaksin Moderna memiiliki efek samping atau KIPI yang yang cukup tinggi. Hal ini sebagai konsekuensi ilmiah vaksin moderna atau mRNA-1273, yang diketahui memiliki efikasi atau tingkat efikasi cukup tinggi sebesar 94,1% berdasarkan data dari produsen dan uji klinis skala besar berkelanjutan.
Saat ini, ujarnya, sudah tiba tambahan 2.000 dosis vaksin booster Moderna yang sebagian dapat digunakan bagi masyarakat, selain untuk memenuhi kekurangan dosis vaksin booster bagi para nakes.
“Ini ada kok bagi masyarakat malah sekitar 2.000 dosis 1 dan 2. Tapi begini, saya infokan bahwa efikasinya atau kemanjurannya Moderna ini sebesar 94.1 persen. Tapi memang KIPI-nya seperti itu. Makanya yang penting kita edukasi dulu,” kata Heni pada Talkshow Lintas Madiun Pagi di RRI Madiun, Selasa (24/8/2021).
Bahkan, sebagai tenaga kesehatan, kata Heni, KIPI atau efek samping juga ia rasakan pasca menerima suntikan dosis ketiga atau booster. Namun, ucapnya, hal itu wajar sebagai reaksi tubuh yang sedang membentuk antibodi.
“Saya mengalami sendiri, waktu dosis tiga kemarin. Tapi Insya Allah nanti saya tes antibodi setelah satu bulan. KIPI yang saya alami demam waktu itu sampai 40,3 derajat, lalu kemerahan dan bengkak pada tangan, terus sakit kepala. Itu wajar sebagai reaksi tubuh membentuk antibodi,” ujarnya.
Kesadaran masyarakat, tuturnya, diharapkan dan tidak perlu berpolemik soal vaksin, agar Indonesia segara terbebas dari pandemi Covid-19.
Sebagaimana diketahui, selain untuk para nakes, vaksin Covid-19 produksi Moderna akan diperuntukkan bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali, khususnya ibu hamil atau masyarakat yang memiliki komorbid.
“Makanya perlu edukasi jika nanti diberikan kepada masyarakat, agar mereka yang dapat memahami sehingga tidak kapok atau menimbulkan polemik,” ucap Heni. ***














