Connect with us

Lifestyle

Benteng Bukit Wolio Berjuang untuk Pengakuan Warisan Dunia

Gungdewan

Diterbitkan

pada

 

Luas Benteng Wilio mencapai 23.375 hektare dengan panjang keliling tembok benteng mencapai2.740 meter

Luas Benteng Wilio mencapai 23.375 hektare dengan panjang keliling tembok benteng mencapai2.740 meter

FAKTUAL-INDONESIA: Namanya Benteng Keraton Buton atau dikenal sebagai Benteng Wolio karena dibangun di atas Bukit Wolio. Bukit laut yang ada di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Luas Benteng Wilio mencapai 23.375 hektare dengan panjang keliling tembok benteng mencapai2.740 meter.

Statusnya kini masuk kawasan cagar budaya tingkat nasional. Setelah itu berjuang bisa menjadi warisan dunia.

Direktur Perlindungan Kebudayaan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Irini Dewi Wanti yang melakukan kunjungan ke Kota Baubau menyerahkan sertifikat Kemendikbudristek tentang penetapan Benteng Wolio sebagai kawasan cagar budaya tingkat nasional kepada Pemkot Baubau.

Advertisement

Irini mengaungkap, Kemendikbudristek mendukung dan siap mendampingi Pemerintah Kota Baubau,  Sulawesi Tenggara (Sultra), mengupayakan Benteng Wolio agar ditetapkan sebagai warisan dunia.

“Tapi komitmen serta dukungan itu bisa terwujud bila kita bangun secara bersama-sama, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan semuanya terlibat langsung dalam kegiatan kebudayaan itu,” kata Irini.

Keterangan Pemkot Baubau yang diterima di Kendari, Selasa, mengungkapkan Pemerintah Kota Baubau dan masyarakat harus menunjukkan nilai penting yang luar biasa atau “Outstanding Universal Value” yang dimiliki Benteng Wolio bila ingin cagar budaya peninggalan leluhur masyarakat Buton itu diakui sebagai warisan dunia.

“Ketika kita bicara cagar budaya atau warisan budaya tak benda yang diusulkan ke tingkat lebih tinggi yang diakui oleh UNESCO, maka kita harus sama-sama menunjukkan ada nilai penting yang luar biasa atau yang sering disebut Outstanding Universal Velue. Ini yang harus kita buktikan,” kata Irini.

Namun yang mesti dipahami, kata Irini, nilai penting luar biasa yang dimiliki suatu kawasan cagar budaya seperti Benteng Wolio, bukan hanya sekadar dari fisik cagar budayanya saja, melainkan ekosistem didalam cagar budaya itu harus pula dilindungi dan dilestarikan.

Advertisement

Karena arah kemajuan kebudayaan, kata Irini, harus mencakup empat hal yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Empat hal itu harus dilakukan semua. ***

= = = = = = = = =

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

Advertisement

= = = = = = = = =

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement