Internasional
7 Fakta Menarik Chernobyl di Ukriana yang Tidak Terungkap

Ilustrasi ledakan nuklir di Chernobyl (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pada tahun 1986, tepatnya pada tanggal 26 April, terjadi peristiwa mengerikan yang disebut tragedi Chernobyl. Peristiwa ini merupakan bencana nuklir terparah di dunia yang menimpa pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina. Dari tragedi tersebut, tentu ada fakta menarik Chernobyl yang mungkin jarang diketahui.
Chernobyl diketahui memiliki 4 reaktor nukir. Tragedi ini ternyata terjadi karena adanya kesalahan desain reaktor RBMK-1000 yang cacat dan kelalaian operator pembangkit, sehingga reaktor Unit 4 di pembangkit Chernobyl meledak. Akibatnya, sejumlah besar bahan radioaktif menjadi terlepas ke atmosfer.
Bencana Chernobyl dianggap sebagai kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir terburuk dalam sejarah, baik dari segi biaya maupun korban. Walaupun korban jiwa yang tercatat hanya 2 orang saja, namun ribuan kematian disebabkan oleh paparan radiasi yang menyebabkan para warga mengalami kanker.
Baca juga: 5 Fakta Tentang Aneksasi Krimea oleh Rusia Pada Tahun 2014
Selain itu, tragedi tersebut membuat para warga terpaksa meninggalkan kota tersebut karena ancaman bahaya radiasi. Sampai saat ini, kota tersebut dibiarkan kosong layaknya kota hantu. Bahkan, menurut para ilmuan kota ini baru bisa dihuni manusia setelah 3.000 tahun kemudian.
Berikut beberapa fakta menarik Chernobyl di Ukraina yang telah faktualid.com rangkum dari learnodo-newtonic dan foxnews.
Daftar isi
1. Penyebab tragedi Chernobyl
Fakta menarik Chernobyl yang pertama yaitu penyebab terjadinya tragedi tersebut. Banyak yang penasaran tentang kronologi terjadinya bencana Chernobyl. Sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir, seharunya mempunyai bangunan penahan atau cangkang kedap gas yang mengelilingi reaktor.
Berbeda di Chernobyl, ternyata tidak mempunyai hal tersebut. Bangunan tersebut berfungsi untuk membatasi produksi fusi yang dilepaskan selama kecelakaan ke udara. Diketahui, kecelakaan ini terjadi disebabkan oleh pekerja yang secara tak bijak menonaktifkan sistem pendingin teras darurat beserta sistem keselamatan utama lainnya.
Uap pun menjadi menumpuk dan membuat reaktor terlalu panas sehingga ledakan tak terelekan. Semisal terdapat bangunan penahan atau cangkang yang terbuat dari beton dan baja, mungkin bencana ini tidak separah yang terjadi saat itu.
2. Menjadi tempat wisata
Meski bencana sudah terjadi puluhan tahun lalu, tempat tersebut sebenarnya masih cukup berbahaya. Akan tetapi, fakta menarik Chernobyl adalah dijadikan daerah pariwisata oleh pemerintah setempat pada 2011 silam.
Para wisatawan yang datang akan dipandu untuk melihat satwa liar dan menjelajahi kota tak berpenguni, ditambah dengan lanskap dari Pripyat. Guna meminimalisir paparan radiasi, wisawatan tidak diperbolehkan untuk makan atau merokok di luar.
3. Tragedi Chernobyl sempat ditutup-tutupi

Times melaporkan Bencana Chernobyl, 29 April 1986 (Foto: Istimewa)
Setelah kecelakaan terjadi, Serikat Uni Soviet berusaha keras untuk menutupinya. Pihaknya bahkan menutupinya dari warganya sendiri dan tidak memperingatkan negara disekitarnya lantaran bahaya paparan radiasi yang bisa menyebar.
Penutup tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelahnya, pemantau udara Swedia melewati tempat tersebut dan mendeteksi jumlah radiasi yang tidak normal di atmosfer.
Akhirnya Uni Soviet didesak untuk mengakui kejadian tersebut dan itu menjadi fakta menarik Chernobyl. Pihaknya juga mengaku hanya ada dua orang yang tewas akibat ledakan di Chernobyl. Mereka berbohong dengan menyatakan bahwa situasinya sekarang stabil dan sepenuhnya terkendali.
Baca juga: Ukraina Akhirnya Sepakat Berunding dengan Rusia di Perbatasan Belarus
Barulah pada 6 Mei 1986 pemerintah resmi menutup sekolah di Kiev, yang terletak hanya 65 mil dari lokasi dan penduduk diperingatkan untuk tetap tinggal di dalam rumah.
4. Masih ada reaktor beroperasi setelah bencana
Fakta menarik Chernobyl berikutnya yaitu masih adanya reaktor nuklir yang beroperasi. Terjadinya bencana tersebut membuat radioaktif menurun menjadi seperempat dari nilai awalnya dalam kurun waktu 15 menit setalah ledakan. 3 bulan pasca terjadinya bencana menurun menjadi kurang dari satu persen.
Meski dianggap berbahaya dan mendapat kecaman dari pihak Internasional, akan tetapi reaktor nuklir tetap difungsikan dalam waktu 6 bulan setelah ledakan. Ribuan pekerja terlebih sibuk bekerja. Hingga akhirnya penutupan reaktor nomor 2 dilakukan pada 1991 karena adanya kebakaran di aula turbin.
5. Tingkat radiasi mirip dengan Hirosima

Keadaan pasca tragedi bom atom di Hirosima, Jepang (Foto: Reuters)
Sebelum ledakan nuklir di Ukraina ini terjadi, dunia mengetahui adanya ledakan nuklir di Hirosima, Jepang pada 1945. Fakta menarik Chernobyl yakni tingkat radiasi keduanya dikatakan mirip dengan rata-rata radiasi 45 rem. Tingkat radiasi tersebut diketahui tak cukup untuk menyebabkan penyakit radiasi.
Namun, baru bisa mengakibatkan penyakit radiasi adalah sekitar 200 rem. Kendati demikian, angka tersebut sudah bisa meningkatkan 2 persen risiko seseorang terkena kanker.
6. Jumlah korban tewas masih belum pasti
Salah satu fakta menarik Chernobyl yang tidak kalah penting adalah jumlah korban masih simpang siur. Meskipun orang terakhir yang hidup pada hari ledakan telah meninggal, kematian tragedi Chernobyl akibat paparan radiasi masih ada karena sudah memasuki rantai makanan.
Badan penelitian kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkna, korban jiwa sekitar 9.000 jiwa karena kanker dan leukemia yang diakibatnya ledaka Chernobyl. Kasus ini polanya mirip dengan bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.
7. Chernobyl sebenarnya anugerah bagi satwa liar

Fakta menarik Chernobyl yakni meningkatkan angka satwa liar (Foto: Istimewa)
Fakta menarik Chernobyl yang terakhir adalah menjadi anugerah bagi para satwa liar. Peristiwa ledakan tersebut membuat pohon yang awalnya berwarna hijau kini menjadi menjadi coklat kemerahan setelah menyerap radiasi tinggi dan kini dikenal dengan “hutan merah”.
Kawasan dengan luas 6 km tersebut “secara paradoks telah menjadi suaka unik bagi keanekaragaman hayati,” seperti yang disebutkan di Forum Chernobyl pada 2005. Setelah manusia tak lagi menghuni terdapat tersebut, populasi satwa liar dikethaui telah meningkat dibanding sebelumnya.
Saat satwa tersebut berkembang biak, paparan radiasi menyebabkan mereka mengalami kelainan yang bisa membuatnya mati secara perlahan. Satwa tersebut diantaranya burung dengan paruh yang cacat, tingkat katarak juga tinggi, albinisme, hingga penurunan tingkat bakteri baik.***














