Internasional
Trump Ancam Tingkatkan Serangan terhadap Iran, Mulai Pekan Depan

Donald Trump kembali lancarkan ancaman untuk Iran. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militernya akan melancarkan serangan yang lebih keras terhadap Iran dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut menandai kemungkinan eskalasi konflik yang saat ini melibatkan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan Fox News Radio yang dikutip kantor berita AFP pada Sabtu (14/3), Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran akan semakin intensif dalam beberapa hari ke depan.
“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras selama pekan depan,” ujar Trump.
Baca Juga : Kekesalan Hegseth Tanda Amerika Makin Tertekan, Minta Sekutu Trump Segera Beli CNN
Pernyataan itu muncul ketika konflik di kawasan Timur Tengah telah memasuki minggu ketiga. Sejak akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel diketahui melancarkan serangan militer skala besar terhadap target-target di Iran.
Trump juga menilai kepemimpinan Iran berpotensi digulingkan oleh rakyatnya sendiri. Namun ia mengakui bahwa hal tersebut tidak mudah terjadi dalam waktu dekat.
Baca Juga : Trump Yakin Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Masih Hidup
Menurutnya, perubahan pemerintahan di Iran merupakan tantangan besar karena masyarakat yang ingin melawan pemerintah tidak memiliki persenjataan yang memadai.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump menyampaikan pernyataan yang beragam mengenai perkembangan konflik tersebut. Ia sebelumnya sempat menyatakan bahwa pihaknya berada dalam posisi unggul dan bahkan menyinggung kemungkinan perang berakhir dalam waktu dekat.
Namun belakangan, Trump kembali mengisyaratkan tekad untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
Baca Juga : Mojtaba, Putra Ali Khamenei, Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Tidak akan Bertahan Lama
Ketegangan meningkat setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengendurkan perlawanan terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.
Konflik ini bermula setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Iran meluncurkan sejumlah serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat.
Situasi tersebut memicu gangguan terhadap aliran energi global serta meningkatkan kekhawatiran pasar internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Di tengah konflik yang terus meningkat, Iran juga mengalami perubahan kepemimpinan setelah Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam konflik. Posisi tersebut kemudian diambil alih oleh putranya, Mojtaba Khamenei.***














