Connect with us

Internasional

CENTCOM Klaim Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman, Teheran Belum Beri Konfirmasi

Diterbitkan

pada

CENTCOM Klaim Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman, Teheran Belum Beri Konfirmasi

AS klaim hancurkan kapal Iran di Teheran. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Senin (2/3) mengumumkan bahwa sebanyak 11 kapal Iran yang beroperasi di Teluk Oman telah dihancurkan dalam operasi militer terbaru.

Melalui pernyataan di platform media sosial X, CENTCOM menyebut bahwa dalam dua hari terakhir terjadi perubahan signifikan terhadap kekuatan laut Iran di kawasan tersebut. “Dua hari lalu, rezim Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman. Hari ini, mereka memiliki nol,” tulis pernyataan itu.

Baca Juga : Majelis Pakar Iran Bersumpah Memilih Pemimpin Tertinggi Pengganti Ali Khamenei Sesuai Prinsip-prinsip Agama

CENTCOM menuduh Iran selama beberapa dekade telah mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman. Komando tersebut juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kebebasan navigasi di jalur maritim strategis tersebut. “Masa-masa itu telah berakhir,” demikian pernyataan lanjutan dari otoritas militer AS.

Namun hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim penghancuran kapal-kapal tersebut maupun rincian kerugian yang disebutkan oleh pihak AS.

Pernyataan CENTCOM disampaikan sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan, termasuk beberapa kapal yang ia sebut sebagai unit yang “relatif besar dan penting”. Pada Senin, Trump memperbarui jumlah tersebut menjadi 10 kapal dan menambahkan bahwa markas angkatan laut Iran telah “sebagian besar dihancurkan”.

Advertisement

Baca Juga : Menlu Sugiono Katakan Telah Hubungi Menlu Iran, Indonesia Ingin Jadi Fasilisator Konflik Iran

Operasi angkatan laut ini disebut sebagai bagian dari kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2). Operasi tersebut dikabarkan menargetkan sejumlah fasilitas dan aset militer Iran di kawasan.

Dalam perkembangan yang lebih luas, operasi militer itu dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran yang mengonfirmasi informasi tersebut.

Sebagai respons, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Situasi di kawasan Teluk Oman pun semakin memanas, memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas keamanan jalur pelayaran global yang menjadi salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement