Connect with us

Internasional

Terbaru, Trump Ancam Lancarkan Operasi Militer ke Kolombia setelah Serang Venezuela dan Incar Kuba

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Terbaru, Trump Ancam Lancarkan Operasi Militer ke Kolombia setelah Serang Venezuela dan Incar Kuba

Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah menyerbu Venezuela mengancam akan melancarkan operasi militer ke Kolombia karena Presiden Kolombia Gustavo Petro dituduh suka membuat kokain

FAKTUAL INDONESIA: Serius atau tidak? Yang jelas Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menebar  ancaman terhadap negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia setelah menyerbu Venezuela.

Ancaman terbaru dilontarkan Trump terhadap Kolombia setelah sebelumnya juga mengisyaratkan akan mengarahkan operasi militer ke Kuba.

Pada keterangannya Minggu (4/1/2026), Trump  mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap pemerintah Kolombia. Bahkan dia  mengatakan kepada wartawan bahwa operasi semacam itu “terdengar bagus bagi saya.”

Baca Juga : Presiden Trump Sebar Foto Maduro, Bukti Presiden Venezuela Itu Sudah Ditangkap

“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit jiwa, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan bisa melakukannya lama-lama,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, yang tampaknya merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Ketika ditanya secara langsung apakah AS akan melakukan operasi militer terhadap negara tersebut, Trump menjawab, “Kedengarannya bagus bagi saya.”

Advertisement

Komentar tersebut muncul setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah penggerebekan berani dan membawanya ke New York untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.

Baca Juga :  Tangkap Presiden Maduro, Trump Tegaskan Amerika akan Kendalikan Venezuela Sampai Transisi Aman

Sementara itu, setidaknya 40 orang tewas dalam serangan di Venezuela. Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap bersama istrinya oleh pasukan AS pada hari Sabtu dan dibawa ke kota New York di mana ia akan menghadapi tuntutan pidana.

Trump mengumumkan bahwa sampai transisi kekuasaan terjadi di negara Amerika Selatan itu, AS akan “menjalankan” Venezuela.

“Kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” katanya.

Dalam ketidakhadiran Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden negara itu, Delcy Rodríguez, untuk mengambil alih sebagai presiden sementara negara tersebut. Putusan tersebut menyatakan bahwa pengadilan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk “menentukan kerangka hukum yang berlaku untuk menjamin keberlanjutan Negara, administrasi pemerintahan, dan pembelaan kedaulatan dalam menghadapi ketidakhadiran paksa Presiden Republik,” demikian dilaporkan kantor berita Reuters.

Advertisement

Baca Juga : Ditanya Apakah Serangan Amerika ke Venezuela Dibicarakan dengan Putin, Trump: Dia Membunuh Orang Terlalu Banyak

AS Menghadapi Tekanan

Beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Tiongkok, Rusia, dan lainnya mengutuk operasi militer AS di Venezuela yang terjadi pada hari Sabtu dan menyatakan dukungan untuk Venezuela.

Tiongkok mengatakan bahwa mereka “sangat terkejut dan sangat mengutuk penggunaan kekuatan oleh AS terhadap negara berdaulat dan penggunaan kekuatan terhadap presiden suatu negara”

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan AS sebagai “tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela” yang “sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk”.

“Dalam situasi saat ini, yang terpenting adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi tersebut melalui dialog,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Advertisement

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan, “Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya melampaui batas yang tidak dapat diterima. Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional.” ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement