Selebritis
Upaya Damai Rumah Tangga Insanul Fahmi Bergantung Dua Tuntutan Wardatina Mawa

Wardatina Mawa mau berdamai dengan 2 syarat. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan istrinya, Wardatina Mawa, mulai mengarah pada kemungkinan rekonsiliasi setelah keduanya akhirnya bertemu secara langsung.
Pertemuan tersebut menjadi yang pertama bagi Insanul Fahmi untuk kembali bertatap muka dengan istri serta anak-anaknya di tengah polemik yang sempat menjadi perhatian publik.
Meski pertemuan berlangsung emosional, termasuk momen ketika Insanul Fahmi memeluk anak-anaknya, proses perdamaian belum sepenuhnya tercapai. Wardatina Mawa menyatakan kesediaannya membuka ruang damai dengan mengajukan dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh sang suami.
Baca Juga : Inara Rusli Beri Waktu Insanul Fahmi untuk Memilih, Dia atau Wardatina Mawa
Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, menyampaikan bahwa kliennya datang dengan itikad baik untuk meminta maaf kepada Wardatina Mawa dan keluarga besar.
Ia mengatakan keluarga Wardatina telah mendengarkan permohonan maaf tersebut, meski belum disertai pernyataan langsung dari pihak istri.
“Setidaknya tidak ada lagi pertengkaran dalam pertemuan itu. Insan sudah datang dengan niat tulus, menurunkan egonya untuk meminta maaf,” ujar Tommy saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Namun demikian, Wardatina Mawa menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut tidak cukup dilakukan secara personal. Syarat pertama yang diajukan adalah Insanul Fahmi harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media.
Baca Juga : Inara Rusli Cabut Laporan Terhadap Insanul Fahmi, Ini Alasannya
Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan nama baik dirinya dan keluarga, yang menurutnya terdampak oleh berbagai informasi dan pernyataan yang beredar ke publik.
Permintaan maaf terbuka itu, kata Tommy, dimaksudkan untuk menunjukkan kesungguhan Insanul Fahmi dalam bertanggung jawab atas polemik yang terjadi. Publikasi tersebut juga diharapkan dapat meluruskan persepsi masyarakat terkait konflik rumah tangga mereka.
Syarat kedua yang diajukan Wardatina Mawa berkaitan dengan isu pernikahan siri Insanul Fahmi dengan perempuan bernama Inara Rusli. Wardatina meminta bukti konkret bahwa pernikahan tersebut benar-benar berlangsung pada 7 Agustus 2025, sehari sebelum munculnya rekaman CCTV yang memicu dugaan perselingkuhan.
Menurut pihak Wardatina, kejelasan tanggal pernikahan menjadi krusial karena berkaitan dengan tudingan pelanggaran komitmen pernikahan. Jika pernikahan siri tidak dapat dibuktikan terjadi sebelum rekaman tersebut, maka Wardatina tetap menganggap hubungan itu sebagai pengkhianatan.
Baca Juga : Inara Rusli dan Insanul Fahmi Bakal Segera Diperiksa Polisi
“Kalau tidak ada bukti nikah siri pada 7 Agustus, maka kejadian setelahnya dianggap sebagai perzinaan,” kata Tommy menirukan sikap kliennya.
Pihak Insanul Fahmi menyatakan akan menindaklanjuti dua tuntutan tersebut. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan depan, dengan agenda utama menghadirkan bukti-bukti pernikahan siri, termasuk keterangan mengenai ustaz dan saksi yang terlibat dalam prosesi tersebut.
Hasil pertemuan lanjutan itu akan menentukan apakah proses damai dapat berlanjut atau justru berujung pada langkah hukum berikutnya.***














