Connect with us

Ekonomi

MenkopUKM Ajak Warga Beli Produk UMKM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Avatar

Diterbitkan

pada

MenkopUKM Ajak Warga Beli Produk UMKM

MenkopUKM Ajak Warga Beli Produk UMKM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki mengajak masyarakat untuk membeli produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal itu dikatakan Menteri Teten pada Peringatan Hari Nasional (Harnas) UMKM 2022, Jumat (12/8/2022) di Bandung.

“Bagaimana daya beli masyarakat harus kita perkuat dengan menciptakan lapangan kerja dan juga kita dorong masyarakat Indonesia untuk membeli, belanja, dan menggunakan produk UMKM,” kata Menteri Teten.

Selain mendorong konsumsi pasar pihaknya perlu menyiapkan pangan yang lebih stabil, dengan mensubstitusi beberapa komoditi yang masih impor.

Baca juga: Hari Koperasi Nasional 12 Juli 2022, MenKopUKM Teten Masduki Keluarkan Jurus Jitu agar Digandrungi Anak Muda

Menteri Teten mengatakan pemerintah harus menjaga perkembangan UMKM melalui proses digitalisasi dalam menghadapi krisis ekonomi dunia yang pertumbuhan ekonominya sedang terkoreksi dari angka 3,6 persen menjadi 3,2 persen. Bahkan diprediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023 akan terkoreksi hingga ke angka 2,9 persen.

“Sehingga kami perlu terus menjaga ekonomi domestik sebagai sumber pertumbuhan dan khususnya UMKM. Namun demikian, kita juga perlu menciptakan peluang untuk perluasan pasar luar negeri,” kata Teten, melansir Antara, Sabtu (13/8/2022).

Advertisement

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini tercatat sudah ada 19 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital atau tumbuh 137 persen bila dibandingkan dengan data sebelum pandemi COVID-19.Pihaknya menargetkan jumlah UMKM yang masuk ke ekosistem digital dapat mencapai angka 30 juta pada 2024.

“Sejumlah UMKM telah mengadopsi teknologi hingga jadi juara di sektornya yakni Mokapos, Kasirpintar, Credibook yang memudahkan pembukuan laporan keuangan. Lalu, Torch, startup bidang fesyen yang mulai ekspor melalui Amazon,” kata dia.

Baca juga: Koperasi Tidak Populer di Kalangan Anak Muda, MenkopUKM Teten Pilih Jalan Ini

Masih dikesempatan yang sama, Menteri Teten juga mengatakan pihaknya akan menggerakan dan bekerja sama untuk mensubstitusi impor kacang kedelai, dengan memproduksi kacang koro.

“Bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) sudah melakukan uji coba dengan kacang koro. Itu sama enaknya dengan kacang kedelai untuk tempe, kecap, dan lainnya. Ini lebih produktif,” kata Menteri Teten.

Ia menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan ekosistem mulai dari akses pasar, akses biaya juga perlu kerjasama. Saat ini koperasi tahu tempe diakuinya kurang inovatif.

Advertisement

“Kita harus mulai ajak koperasi tahu tempe untuk melakukan inovasi dengan menciptakan tahu tempe dari kacang Koro,” kata Menteri Teten.***

Lanjutkan Membaca