Ekonomi
Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Kurangi Ketergantungan Indonesia pada Minyak Bumi

Akibat perang AS-Israel melawan Iran, mengganggu pasokan BBM di dunia. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis minyak bumi.
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan melalui tiga kebijakan utama, yakni pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, konversi kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik, serta penggunaan kompor listrik di rumah tangga.
Baca Juga : ITS Bantu Atasi Pencemaran Minyak Bumi Di Laut Dengan Bakteri
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden guna menekan penggunaan energi berbasis minyak bumi yang selama ini masih dominan di Indonesia.
Strategi pertama adalah mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Menurut Brian, pembangkit diesel masih digunakan di sejumlah wilayah, meskipun biaya operasionalnya relatif mahal.
Baca Juga : Pertamina Komitmen Olah Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi di Wilayah Blok Rokan
“Kita diminta mendukung percepatan solar cell, terutama untuk menggantikan pembangkit-pembangkit yang berasal dari diesel,” ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2026).
Langkah kedua adalah mendorong konversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor. Program ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) serta mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia.
Brian menjelaskan bahwa harga BBM yang tinggi dapat memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, percepatan penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus menekan fluktuasi biaya energi.
Baca Juga : Pertamina Resmi Kelola Lapangan Minyak Bumi di Blok Rokan, Riau
Strategi ketiga adalah memperluas penggunaan kompor listrik sebagai pengganti kompor berbahan bakar gas LPG. Pemerintah menilai kebijakan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus menekan beban subsidi energi yang selama ini cukup besar.
“Kita juga diminta mempercepat penggunaan kompor listrik agar dapat menggantikan kompor LPG. Dengan begitu, ketika harga LPG naik, beban subsidi pemerintah bisa berkurang,” kata Brian.
Melalui tiga langkah tersebut, pemerintah berharap transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasar energi global.***














