Ekonomi
Penyusunan Draf Perjanjian Tarif Dagang dengan AS Segera Rampung

Menteri Prasetyo Hadi saat beri keterangan pers di Hambalang, 6 Januari 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pada Selasa malam (6/1/2026), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap menandatangani dokumen final kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) bersama Presiden AS Donald Trump, setelah penyusunan draf perjanjian (legal drafting) rampung.
Dia menjelaskan bahwa negosiasi dan perundingan tarif AS saat ini memasuki tahap akhir pengecekan dan penyusunan draf perjanjian yang dilakukan tim negosiasi dari kedua negara pada 12-19 Januari 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat.
“Sesuai dengan jadwal, tanggal 12 sampai tanggal 19 (Januari) ini adalah penyusunan legal drafting. Nah, kita harapkan di dalam penyusunan legal drafting, kesepakatan-kesepakatan tersebut sudah bisa dituangkan,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga : Airlangga Hartarto Targetkan Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Rampung Akhir Tahun Ini
Dalam pertemuan berikutnya, tim negosiasi dari dua negara akan membahas poin-poin perjanjian yang lebih detail dalam penyusunan draf perjanjian itu.
Pras berharap dokumen final kesepakatan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART) dapat ditandatangani oleh kedua kepala negara pada akhir Januari.
“Harapannya di akhir bulan sudah bisa kita tanda tangani. Tentunya dalam proses kita terus-menerus berusaha melakukan negosiasi-negosiasi untuk kepentingan kita,” kata Pras.
Dalam kesempatan sebelumnya, pada Senin (5/1/2026) di Istana Negara Jakarta, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tim negosiasi dari kedua negara telah menyepakati seluruh isu-isu utama yang menjadi substansi dalam dokumen ART.
Menko Airlangga pada pekan terakhir Desember 2025 juga telah menemui Perwakilan Dagang Amerika Serikat/United States Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., AS.
Baca Juga : Neraca Perdagangan November 2025 Lanjutkan Tren Surplus 67 Bulan, Mendag Busan: Didorong Kinerja Positif Nonmigas
Pertemuan itu menjadi salah satu upaya untuk finalisasi perundingan terkait tarif impor yang dikenakan oleh Pemerintah AS kepada Indonesia, yaitu sebesar 19 persen.
Selepas bertemu Greer, Airlangga menjelaskan langkah berikutnya yaitu pada minggu kedua Januari 2026, yaitu ditetapkan pada 12–19 Januari, tim perundingan dari dua negara akan melakukan pengecekan akhir draf perjanjian (legal scrubbing dan clean-up document). Tahapan itu ditargetkan rampung selama satu minggu.
Tahapan berikutnya, yaitu pada minggu ketiga Januari 2026, dokumen perjanjian (agreements on reciprocal trade/ART) ditargetkan rampung.
Airlangga menyatakan dalam pertemuannya dengan Greer, Indonesia dan AS telah menyepakati substansi perjanjian yang tercantum dalam draf perjanjian perdagangan timbal balik (ATR) Indonesia-AS.
Baca Juga : Ditutup Menguat, Akhir Manis IHSG pada Perdagangan Tahun 2025 yang Dihiasi 24 Kali Rekor ATH
Airlangga melanjutkan Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Sementara itu, Amerika Serikat berkomitmen memberi pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, di antaranya minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya.***














