Connect with us

Ekonomi

Rupiah Terus Melemah Tertekan Isu Resesi AS, IHSG Terkoreksi Mengikuti Pergerakan Bursa Saham

Diterbitkan

pada

Ilustrasi: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (14/6/2022) pagi masih terus melemah tertekan isu resesi di Amerika Serikat.

Rupiah pagi ini bergerak melemah 68 poin atau 0,46 persen ke posisi Rp14.750 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.682 per dolar AS.

“Isu resesi Amerika Serikat masih menjadi pendorong pelemahan rupiah,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Revandra, isu resesi semakin kencang setelah laporan inflasi AS bulan Mei yang secara tahunan naik 8,6 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

“Hal ini membuat dolar sebagai mata uang safe haven lebih menarik, terlihat dari index USD yang naik menembus 105 akibatnya rupiah semakin tertekan,” ujar Revandra dilansir antaranews.com.

Advertisement

Investor tengah bersiap untuk kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve yang agresif dan kemungkinan resesi.

Bank sentral diperkirakan melakukan kenaikan terbesar dalam hampir tiga dekade pada Rabu (15/6) sebesar 75 basis poin.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke posisi 3,377 persen yang menunjukkan bahwa investor khawatir jalur pengetatan yang cepat akan merugikan pertumbuhan dan mungkin membawa resesi.

Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Senin (13/6) lalu, rupiah ditutup melemah 129 poin atau 0,89 persen ke posisi Rp14.682 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.553 per dolar AS.

Advertisement

Kekhawatiran

Sementara itu Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi terkoreksi mengikuti pergerakan bursa saham kawasan Asia dipicu kekhawatiran tingginya inflasi global.

IHSG dibuka melemah 45,79 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.949,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,32 poin atau 0,92 persen ke posisi 1.000,82.

“Dari dalam negeri, IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak negatif mengikuti pergerakan yang terjadi pada bursa regional. Pergerakan investor asing dan harga komoditas juga akan mewarnai pergerakan IHSG,” tulis Tim Riset Reliance Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

IHSG hari ini diproyeksikan akan bergerak pada rentang 6.890 hingga 7.020.

Advertisement

IHSG melemah cukup dalam pada perdagangan kemarin, ditutup di level 6.995.44 (-1.29 persen) meskipun sempat menyentuh level terendah minus 2,28 persen.

Aksi ambil untung dilakukan oleh investor di saham-saham dengan kapitalisasi besar maupun kecil.

Pelemahan IHSG mengekor bursa regional atas kekhawatiran inflasi yang tinggi di beberapa negara.

Sementara itu bursa AS pada awal pekan masih melanjutkan penurunan tajam karena kecemasan terkait inflasi.

Para pelaku pasar masih menunggu rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC di mana ada kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga yang kemungkinan sesuai yang diekspektasikan para pelaku pasar sebesar 50 bps.

Advertisement

Terlebih, pendorong inflasi di AS dikarenakan kenaikan harga komoditas energi yang tidak terkontrol.

Sementara itu, bursa Asia pada pagi hari ini diperdagangkan di zona merah yang cukup dalam, masih diakibatkan oleh kekhawatiran inflasi.

Sedangkan dari Jepang, investor menanti rilis data industrial production yang diperkirakan akan mengalami penurunan.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 611,99 poin atau 2,27 persen ke 26.375,45, indeks Hang Seng turun 314,09 poin atau 1,49 persen ke 20.753,49, dan indeks Straits Times terkoreksi 30,63 poin atau 0,98 persen ke 3.108,72. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement