Connect with us

Ekonomi

E-commerce Harus Tiru, Sarinah dengan 100% Produk UKM, Mampu Menarik Banyak Pengunjung

Diterbitkan

pada

Foto: Sarinah.go.id

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki menyebut e-commerce harus meniru BUMN Sarinah yang menampilkan 100 persen produk lokal dan mampu menarik banyak pengunjung.

“Saya tadi memberi contoh, Sarinah dengan 100 persen produk UKM yang ditampilkan, sekarang pengunjungnya membludak. Saya kira ini juga harus ditiru oleh teman-teman e-commerce,” kata Teten Masduki saat menghadiri Forum Ekonomi Digital di Jakarta, Senin (4/4/2022).

Menurut Teten, tidak benar jika ada anggapan bahwa hanya merek besar atau produk asing saja yang mampu menarik pengunjung, di mana hal tersebut dibuktikan oleh keberadaan Sarinah.

Menurut dia, sudah banyak produk buatan dalam negeri yang memiliki kualitas bagus dan tidak kalah dengan produk asing.

Oleh karena itu Teten mengatakan KemenkopUKM akan melakukan pendampingan, kurasi, kerja sama, dan kolaborasi untuk menciptakan UKM yang berkualitas.

Advertisement

“Saya kira pasar Indonesia cukup besar dan ini juga saya kira tidak ada yang dirugikan jika fokus menjual produk dalam negeri,” ujar Teten Masduki.

Teten menambahkan upaya tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mengangkat produk-produk dalam negeri.

“Pak Presiden pernah menyampaikan bahwa e-commerce itu harus dibanjiri produk UKM. Nah ini betul. Ini tentu juga komitmen dari pengelola e-commerce itu sendiri. Kalau market itu kan tergantung siapa yang menyediakan,” tutur Teten Masduki.

Memantik Rasa Penasaran Masyarakat

Untuk mengingatkan, Sarinah didirikan pada 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia dan resmi beroperasi pada 15 Agustus 1966 silam.

Advertisement

Pusat perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat beroperasi kembali mulai Senin (21/3/2022) setelah sebelumnya ditutup karena direnovasi sejak tahun 2020.

Setelah resmi beroperasi pada 21 Maret, wajah baru Sarinah memantik rasa penasaran masyarakat untuk datang dan melihat secara langsung akan transformasi yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir pada pusat perbelanjaan tertua di Tanah Air tersebut.

Tak hanya produk-produk kerajinan dan UMKM, Sarinah juga menawarkan pengalaman baru menikmati sajian kuliner lokal melalui fooodcourt atau pujasera yang berada di lantai basement Sarinah.

“Foodcourt di Sarinah dengan nama Nusantara sudah buka kemarin, langsung diserbu. Total pengunjung mal mencapai 40 ribu per hari,” tulis pertanyaan resmi PT Sarinah (Persero) pada Sabtu (2/4/2022).

Pujasera Sarinah menghadirkan beragam sajian khas Nusantara seperti Soto Betawi Haji Mamat, Sate Mak Syukur, Gudeg Yu Djum, hingga Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih.

Advertisement

Corporate Secretary PT Sarinah Haslinda Triekasari menyampaikan Sarinah akan menjadi perekat dan lokomotif UMKM karena ada wadah, pembinaan, simpul pertemuan business matching, fasilitas pembiyaannya terutama untuk ekspor, dan manajemen ada jejaring sesama BUMN dan Dufry.

Haslinda menjelaskan wajah baru Sarinah akan tampil sebagai Community Mall yang memanen kekuatan kreasi (makers, creators, producers, developer, & seller) komunitas, inklusif serta menjadi satu-satunya mal tanpa pagar dan tidak ada halaman belakang.

Ia mengatakan Sarinah memberi pengalaman belanja khas Indonesia dalam satu atap dan cocok untuk lintas generasi lantaran banyak ruang luar dan beranda outdoor dengan pemandangan metropolis Jakarta, situs-situs selfie dan nuansa senja (sunset).

“Ada distrik seni yang memamerkan karya adi seni oleh kurator seni terkenal. Sky deck untuk entertainment dan sunset chill out, pemutaran perdana film (premier), panggung musik dan seni, bahkan alfresco wedding party atau gatherings, exhibition, pop up stores, bazaar dan lain-lain,” ucap Haslinda.

Sarinah juga akan memberi pembekalan dan literasi untuk peningkatan kapasitas kewirusahaan UMKM dan pengusaha perempuan. Haslinda mengatakan mitra Sarinah hingga 21 Maret 2022 mencapai 500 UMKM dengan kategori usaha, mulai dari busana, wastra, kerajinan, kesehatan dan kecantikan (wellness), komoditi/ekspor, mebel, makanan dan minuman (F& B), produk kreatif, produk bebas bea.

Advertisement

“Sarinah jadi satu-satunya pusat perbelanjaan berstatus Cagar budaya dan relief Sarinah sebagai ikon heritage Sarinah yang menggambarkan kegiatan dagang rakyat masa itu,” ucapnya.

Haslinda menyampaikan Sarinah juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas umum dan khusus seperti kamar kecil, ruang ibu dan bayi, mushala, ruang parkir bertingkat, vallet service, money changer, ruang terbuka untuk pagelaran, hingga eksebisi dan community gatherings. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement