Home Ekonomi PPKM Darurat Justru Picu Surplus Komoditas di Jawa Timur

PPKM Darurat Justru Picu Surplus Komoditas di Jawa Timur

oleh Akbar Surya

Suasana Rapat Koordinasi Teknis TPID. (Foto: Istimewa)

FAKTULid –  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa Timur tidak berdampak pada pasokan stok komoditas di Jawa Timur. Sebaliknya, stok komoditas cabai merah, ayam karkas dan telur ayam justru menunjukkan surplus yang cukup tinggi.

Kenyataan itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Timur yang dihadiri oleh 9 (sembilan) instansi/Lembaga anggota TPID Provinsi Jawa Timur. “Melimpahnya pasokan komoditas tersebut diperkirakan meningkatkan risiko deflasi lebih besar ketika kebijakan PPKM Darurat diberlakukan,” ujar Kepala Divisi Implementasi Kekda Bank Indonesia Provinsi Jatim, Dadal Angkoro, Jum’at (9/7/2021).

Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, tren penurunan harga pada komoditas pangan tersebut.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko inflasi tersebut, Tim Teknis TPID Provinsi Jawa Timur merumuskan beberapa rekomendasi tindak lanjut kegiatan.

TPID melalui Dinas Sosial Provinsi Jatim misalnya, akan mengupayakan pencairan Jaring Pengaman Sosial pada masa PPKM Darurat untuk meningkatkan daya beli. Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dr Alwi MHum, PKH (Program Keluarga Harapan) plus sebesar Rp19 miliar ditargetkan tersalurkan sebelum PPKM darurat berakhir.

Dinas Sosial juga akan menyalurkan dana ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat) pada bulan Juli 2021. “Selain kedua jenis bansos tersebut, Dinas Sosial juga akan menyalurkan Santunan Kematian Akibat Covid-19/ BTT (Bantuan Tak Terduga), Bantuan Sosial Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT),” ujarnya.

Selanjutnya, TPID melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur akan mengaktifkan kembali inovasi belanja online yang pernah diterapkan sebelumnya. Inovasi tersebut adalah Pamor (Pasar Murah Online), Pasar Online Provinsi Jawa Timur (bekerjasama dengan ojek), dan Chatbot Whatsapp (pemberdayaan ojek pangkalan sebagai kurir).

TPID melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jatim juga akan memastikan distribusi komoditas pangan strategis berjalan lancar. Aktivitas pasar induk yang biasa dimulai sejak sore hingga subuh, akan diatur agar tetap dapat berjalan dengan mengikuti kebijakan yang berlaku.

Pihaknya melalui Satgas Pangan akan terus berada di tengah masyarakat untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum terkait komoditas pangan. TPID melalui Diskominfo juga akan mengkomunikasikan kondisi kestabilan stok pangan agar tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat.

Melalui Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Bulog, TPID akan terus mendorong peningkatan produksi komoditas pangan strategis untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nusantara. “TPID melalui Bank Indonesia dan Biro Perekonomian akan terus mendorong BUMD Pangan Jawa Timur agar dapat mendistribusikan pasokan komoditas yang melimpah keluar provinsi agar terjadi kestabilan pasokan di Jawa Timur,” ujar Dadal.***

Tinggalkan Komentar