Connect with us

Ekonomi

Saham DADA: Dari “Cacing” Jadi “Naga”? Transaksi Jumbo Isyaratkan Transformasi Besar

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Saham DADA: Dari “Cacing” Jadi “Naga”? Transaksi Jumbo Isyaratkan Transformasi Besar

Antrian beli 12 juta lot dan transaksi nego di harga 300% lebih tinggi menjadi sinyal kuat bahwa DADA tengah diburu banyak pihak.

FAKTUAL INDONESIA: Awal Agustus 2025, saham PT DADA Tbk ($DADA) sempat nyaris terlupakan. Diperdagangkan hanya di kisaran Rp7 per lembar, pergerakannya sunyi tanpa sorotan berarti.

Namun dalam hitungan hari, situasi berubah drastis. Harga saham melonjak dari Rp7 menjadi Rp16 per lembar, sementara antrian beli (bid) mencapai lebih dari 12 juta lot — fenomena langka yang biasanya hanya terjadi pada saham-saham primadona incaran investor besar.

Fakta Mengejutkan

Yang lebih mengejutkan, di pasar negosiasi (nego) DADA tercatat berpindah tangan pada harga Rp45 per lembar. Volume transaksinya bukan ratusan, melainkan puluhan ribu lot. Padahal di pasar reguler harga masih berada di Rp16.

Baca Juga : Usai Penembakan, Saham Perusahaan Milik Calon Presiden AS Donald Trump Melonjak Naik

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: siapa yang rela membayar 300% lebih mahal di balik layar, jika bukan investor kakap yang melihat prospek luar biasa di depan?

Advertisement

Mengingatkan Pada PANI

Pasar modal Indonesia pernah menyaksikan transformasi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Dari saham recehan yang diremehkan, berubah menjadi primadona bursa setelah aksi korporasi besar terungkap — memberikan keuntungan berlipat bagi investor awal.

Kini, pola itu tampak terulang pada DADA yaitu lonjakan harga dalam waktu singkat, antrian beli menebal hingga jutaan lot, transaksi nego di harga jauh lebih tinggi dan isu masuknya mitra strategis global yang semakin kencang terdengar.

“Dengan adanya partner strategis berskala global, nilai tambah jangka panjang bagi perseroan akan meningkat, sekaligus memperluas daya saing saham $DADA,” ujar Rendy Yefta, pengamat pasar modal.

Fenomena backdoor listing kini kembali menjadi sorotan. Strategi ini kerap melahirkan lonjakan harga saham yang spektakuler, namun juga menyimpan risiko jika tidak dikawal analisis mendalam.

Advertisement

Baca Juga : Usai PHK Karyawan dan Menutup Toko, Saham Sepatu BATA Melorot Tajam

Peluang Dan Risiko

“Fenomena ini memang menjanjikan, tetapi investor tetap perlu bijak membaca peluang dan memastikan fundamental yang mendasarinya,” jelas Michael Wijaya dari komunitas saham @ber_investasi.

Satu hal yang jelas: pasar tidak pernah berbohong. Antrian beli 12 juta lot dan transaksi nego di harga 300% lebih tinggi menjadi sinyal kuat bahwa DADA tengah diburu banyak pihak. Dari saham yang dulu dipandang sebelah mata, kini DADA berpotensi besar berevolusi — dari “cacing” menjadi “naga” di bursa Indonesia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement