Ekonomi
Rupiah Tancap Gas, Giliran IHSG BEI Tergelincir ke Zona Merah

Nilai tukar (kurs) rupiah memberi senyum setelah dibuka dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (27/11/2025), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah langsung tancap gas menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan valuta Kamis (27/11/2025). Dengan capaian ini rupiah tidak mengulang kondisi sehari sebelumnya yang slip diakhir perdagangan sehingga ditutup melemah, Rabu.
Sebaliknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal menjaga konsistensi sehingga harus ditutup melemah meskipun sempat menguat saat pembukaan perdagangan saham Kamis hari ini.
Sentimen Geopolitik Internasional
Menguatnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjadi mulai pembukaan perdagangan ketika dibuka menguat menguat 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.634 dari sebelumnya Rp16.664 per dolar AS.
Posisi itu terus bisa dipertahankan hingga penutupan perdagangan Kamis sore ketika rupiah ditutup menguat sebesar 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.636 dari sebelumnya Rp16.664 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat di level Rp16.644 dari sebelumnya Rp16.673 per dolar AS.
Penguatan mata uang Garuda terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap proses pemilihan calon ketua baru Federal Reserve (The Fed). Kevin Hassett, anggota Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, disebut sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
Dalam pantauan media online seperti dilansir beritasatu, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pasar bereaksi terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan The Fed apabila Hassett terpilih. Ia menjelaskan bahwa Hassett dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump dan diperkirakan akan lebih agresif dalam menurunkan suku bunga.
Namun Ibrahim menambahkan bahwa dalam sepekan terakhir sejumlah pejabat The Fed telah memberi sinyal bahwa penurunan suku bunga demi menjaga kekuatan pasar tenaga kerja kini menjadi prioritas. Perubahan arah kebijakan moneter AS ini, menurutnya, berpotensi memengaruhi pergerakan kurs rupiah ke depan.
Selain itu, rupiah juga menguat di tengah ketidakpastian yang sedang melanda sektor properti China. Pemerintah negara tersebut dikabarkan mempertimbangkan paket stimulus tambahan bagi pasar properti setidaknya untuk empat tahun ke depan, sehingga meningkatkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi kawasan Asia.
Penguatan rupiah juga ditopang oleh sentimen geopolitik internasional. AS dilaporkan melanjutkan upaya perumusan kerangka perdamaian konflik Rusia-Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memberikan sinyal kesiapan untuk melanjutkan proses tersebut melalui pendekatan yang didukung AS. Perkembangan ini turut meredam kecemasan pasar global, sehingga memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak positif.
Masuk Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (27/11/2025) sore. Padahal saat pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG dibuka menguat 9,20 poin atau 0,11 persen ke posisi 8.611,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,22 poin atau 0,03 persen ke posisi 864,99.
Namun IHSG tergelincir ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan.
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan aksi profit taking setelah IHSG mengalami all the time (ATH) membebani pergerakan IHSG. Selain itu, outflow investor asing juga turut membuat IHSG turun ke zona merah hari ini.
Dari global, pasar memperkirakan peluang lebih dari 80% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan. Sebelumnya, The Fed dalam rilisnya Beige Book menjelaskan bagaimana aktivitas ekonomi secara keseluruhan hanya sedikit berubah dibandingkan laporan sebelumnya dari 12 distrik Federal Reserve. Namun, rilis sejumlah data ekonomi memberikan ruang pemangkasan suku bunga acuan.
Pergerakan saham pada penutupan perdagangan hari ini didominasi oleh tren negatif. Sebanyak 382 saham terkoreksi, 283 saham terapresiasi dan 144 saham stagnan.
Hingga sore ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi sebesar Rp27,69 triliun. Hal itu diperoleh dari adanya perdagangan 51,91 miliar lembar saham dengan frekuensi 2.962.871 kali.
PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) menjadi saham terboncos dengan penurunan -14,73% ke level Rp191. Disusul PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) yang anjlok -14,63% ke Rp105 dan PT Carsurin Tbk (CRSN) yang ambruk -14,45% ke Rp148.
Sementara saham tercuan hari ini adalah PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang meroket 24,87% ke Rp472, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) yang loncat 24,75% ke Rp494 dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) yang melejit 24,58% ke Rp294.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham terlaris dengan nilai transaksi Rp2,77 triliun, diikuti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp1,84 triliun dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) senilai Rp1,58 triliun. ***














