Connect with us

Ekonomi

Pariwisata Indonesia Melejit, Kunjungan Wisman Tembus 2,35 Juta, Devisa Rp17,2 Triliun di Depan Mata

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pariwisata Indonesia Melejit, Kunjungan Wisman Tembus 2,35 Juta, Devisa Rp17,2 Triliun di Depan Mata

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata, Selasa (7/4/2026), di Jakarta. (Kemenpar)

FAKTUAL INDONESIA: Kabar gembira datang dari sektor pariwisata tanah air. Di tengah dinamika global yang tak menentu, wajah pariwisata Indonesia justru semakin bersinar. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melaporkan tren pertumbuhan positif yang signifikan, baik dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun pergerakan wisatawan nusantara (wisnu).

Dalam laporan bulanan yang disampaikan di Jakarta, Selasa (7/4/2026), Menteri Widiyanti yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan lagi sekadar mengejar angka, melainkan kualitas.

Baca Juga : Jaga Aman dan Nyaman Pariwisata Bali, ‘Bule’ Belgia Berulah dengan Motor Sewa Dideportasi

“Kami memastikan pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Widiyanti.

Wisman Tumbuh Double Digit

Data mencatatkan performa gemilang pada Februari 2026. Jumlah kunjungan wisman mencapai 1,16 juta kunjungan, melonjak 13,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Advertisement

Jika ditotal sepanjang Januari hingga Februari 2026, Indonesia telah menyambut 2,35 juta turis asing. Siapa saja mereka? Berikut adalah lima besar penyumbang wisatawan terbesar:

Baca Juga : Sektor Pariwisata Melejit! Wamenpar Ni Luh Ungkap Raih Rp19,86 Triliun Selama Libur Lebaran 2026

  • Malaysia
  • Tiongkok
  • Singapura
  • Australia
  • Timor Leste

Menariknya, Indonesia mencatatkan surplus kunjungan sebesar 0,46 juta pada Februari 2026 jika dibandingkan dengan jumlah warga lokal yang bepergian ke luar negeri. Hal ini menjadi kabar baik bagi penguatan net devisa pariwisata nasional.

Efek Domino Libur Nyepi dan Lebaran

Sektor domestik tak kalah bergairah. Momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran pada Maret 2026 menjadi “mesin” penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, terdapat pergerakan sebanyak 12,77 juta perjalanan menuju destinasi prioritas, tumbuh 18,80% dari tahun lalu.

Widiyanti menyebut momentum ini sebagai pendorong utama bagi UMKM dan pengusaha pariwisata lokal untuk meraup cuan.

Baca Juga : Pertemuan Tokyo: Menpar Widiyanti Dorong JAL dan ANA Buka Konektivitas ke Kota-kota dan Destinasi Wisata Baru

Potensi Devisa Rp17,2 Triliun

Advertisement

Indonesia juga agresif melakukan “jemput bola” di pasar internasional. Melalui berbagai pameran bergengsi seperti ITB Berlin 2026, promosi Wonderful Indonesia berhasil mencetak potensi devisa yang fantastis, yakni sebesar Rp14,91 triliun.

Secara total, dari berbagai rangkaian sales mission dan business matching di Eropa, Amerika Utara (San Francisco & Vancouver), hingga Singapura sepanjang Maret 2026, terkumpul potensi devisa mencapai Rp17,2 triliun.

Baca Juga : Menpar Widiyanti: “Kalangan Widya Mahardika V” ISI Bali Memperkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya Kelas Dunia

Tak hanya soal angka, kualitas pariwisata Indonesia diakui dunia dengan raihan penghargaan:

  • Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destinations 2026 dari Tripadvisor.
  • Asia’s 50 Best Restaurants 2026.

Di sisi internal, Kemenpar terus melakukan pembenahan. Salah satunya melalui integrasi data izin akomodasi di sistem OSS. Per 31 Maret 2026, tercatat ada penambahan 25.490 usaha akomodasi berizin baru, atau meningkat 37% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami optimistis dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi pilar kesejahteraan bangsa,” tutup Widiyanti. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement