Ekonomi
Pada Pertemuan Dewan MEA Menko Airlangga Soroti Perundingan Ekonomi Digital ASEAN Memerlukan Kerja Keras

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri The 24th ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting dan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Investasi Singapura Gan Kim Yong di Vientiane, Laos, Senin (7/10/2024). (Kemenko Perekonomian)
FAKTUAL INDONESIA: Perkembangan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) masih memerlukan kerja keras karena saat ini baru 14% yang dapat diselesaikan dari target sebesar 50% pada akhir tahun 2024.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti hal itu dalam The 24th ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting atau Pertemuan ke-24 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (Dewan MEA) di Vientiane, Laos, Senin (7/10/2024).
Untuk itu Menko Airlangga mendorong penyelesaian perundingan ekonomi digital ASEAN tepat waktu.
Baca Juga : Menko Airlangga, Generasi Muda Perlu Punya Fleksibilitas untuk Menata Karir Baru saat Temu Alumni Kartu Prakerja
“Saya mendorong tim perunding, dengan dukungan Sekretariat ASEAN, untuk mengoptimalkan waktu di tahun ini untuk mencapai target 50% penyelesaian perundingan di tahun 2024,“ kata Menko Airlangga saat memberikan arahan dalam pertemuan itu.
ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) merupakan salah satu pencapaian penting dalam Keketuaan Indonesia 2023 dan perundingan putaran pertama yang dilaksanakan pada Desember 2023 di Jakarta. Adapun DEFA merupakan salah satu andalan yang diusung pada saat keketuaan Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN, di Jakarta pada Agustus 2023, untuk mewujudkan visi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan.
Saat itu, Menko Airlangga menyampaikan bahwa DEFA adalah masterplan yang dibuat di kepemimpinan Indonesia, mencakup perjanjian yang mengatur mengenai digitalisasi, termasuk digital talent, digital ID, cyber security, retraining, reskilling, infrastructure, dan interoperability di ASEAN. Dengan DEFA, ekonomi digital di ASEAN diperkirakan dapat meningkat dua kali lipat pada tahun 2030.
”Saya ingin meminta perhatian semua menteri ekonomi ASEAN terkait perkembangan negosiasi ekonomi digital di ASEAN yang merupakan perundingan ekonomi digital kawasan pertama di dunia,“ ungkap Airlangga.
Terdapat dua arahan yang disampaikan oleh Airlangga dalam mendorong percepatan perundingan DEFA yakni implementasi dari kode etik (code of conduct) yang sudah disepakati pada 2023 yang diyakini akan memberikan kemudahan dalam proses negosiasi, serta perlu adanya pendekatan baru yang inovatif dalam proses negosiasi. Untuk itu, perlu dilakukan asesmen terhadap proses negosiasi untuk melihat tantangan dan peluang untuk merumuskan strategi baru yang lebih efektif dan efisien.
“Saya mendukung inisiatif untuk melakukan pendekatan dua tahap dalam proses negosiasi berdasarkan pada kategori yang ada dan kesiapan masing-masing negara anggota ASEAN,” jelas Menko Airlangga.
Pendekatan tersebut akan menjadi solusi yang efektif dana mempercepat penyelesaian perundungan DEFA yang akan diluncurkan tahun 2025 mendatang. Setiap negara anggota ASEAN akan diberikan fleksibilitas dan insentif untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses penyelesaian.
Baca Juga : Buka Konferensi Internasional APCASI, Menko Airlangga Ungkap Indonesia Usulkan Pengupas Inti Sawit untuk Bahan Bakar Penerbangan
“Untuk mendukung hal tersebut, perlu adanya program peningkatan kapasitas bagi seluruh negara ASEAN agar dapat mengejar ketertinggalan dan terus bekerja sama sebagai satu kesatuan,” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut diantaranya yakni Sesmenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Sub Regional Kemenko Perekonomian, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan Kementerian Perdagangan
Singapura Sambut Indonesia Gabung CP TPP
Di sela-sela Pertemuan ke-24 Dewan MEA itu Menko Airlangga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Investasi Singapura Gan Kim Yong. Pertemuan ini merupakan komitmen pemerintah menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain untuk memperkuat perekonomian Indonesia.
Pertemuan Menko Airlangga dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Investasi Singapura Gan Kim Yong membahas sejumlah isu strategis seperti, perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), program Tech:X Pilot, hingga keinginan Indonesia bergabung dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CP TPP).
“Indonesia memahami bahwa terdapat perbedaan level ambisi, kepentingan, dan kapasitas di antara negara-negara anggota ASEAN dalam ekonomi digital, sehingga perlu ada pendekatan yang pragmatis dan inovatif agar ASEAN dapat menyelesaikan perundingan sesuai dengan target,” ujar Airlangga.
Penyelesaian perundingan ASEAN DEFA yang diluncurkan pada Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun lalu ditargetkan mencapai 50% pada tahun 2024 dan selesai substansial di tahun 2025. Perundingan ASEAN DEFA diproyeksi akan menjadi perjanjian ekonomi digital kawasan komprehensif pertama di dunia dan mampu meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi USD2 triliun di tahun 2030.
Kemudian terkait program Tech:X Pilot, pada kesempatan tersebut kedua Menteri membahas tindak lanjut dari program kerja sama kedua negara yang diluncurkan pada pertemuan Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat di Istana Bogor pada 29 April 2024. Program tersebut memungkinkan pergerakan profesional yang bekerja di sektor teknologi di antara kedua negara. Menko Airlangga mendorong agar inisiatif tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan membuka kesempatan seluas-luasnya melalui berbagai perusahaan hingga universitas.
Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Singapura juga menyampaikan sambutan terhadap keinginan Indonesia untuk bergabung dalam CP TPP. Singapura mendukung bertambahnya negara anggota ASEAN yang menjadi peserta dalam perjanjian perdagangan kawasan tersebut.
Baca Juga : Harap Kadin jadi Mitra Pemerintah dalam Aksesi OECD dan CP-TPP, Menko Airlangga: Indonesia Butuh Melobi Keroyokan
“CP TPP akan menjadi pelengkap bagi RCEP bagi ASEAN dalam menavigasi geoekonomi kawasan,” tegas Airlangga.
Kedua Menteri juga bertukar pandangan terkait isu-isu strategis dan dampaknya terhadap kawasan, seperti konflik Timur Tengah, pemilu Presiden Amerika Serikat, hingga perkembangan energi terbarukan dan teknologi hijau di kawasan.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Pambudi, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Sub Regional, dan Tim Ahli Bidang Pengembangan Investasi.***














