Ekonomi
Kilau Memudar di Hari Jumat: Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kompak Anjlok

Perkasanya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) membuat harga emas PT Aneka Tambang (Antam), Galeri24 dan UBS harus sama-sama anjlok pada perdagangan Jumat (13/3/2026). (AI/Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Kilau emas memudar dengan anjloknya harga emas PT Aneka Tambang (Antam), Galeri24 dan UBS pada perdagangan Jumat (13/3/2026).
Menutup perdagangan hari ini, harga emas batangan Antam, Galeri 24 dan UBS, kompak merosot tajam.
Setelah sempat bertengger di level tinggi beberapa waktu lalu, “si kuning” hari ini terpaksa menyerah pada tekanan pasar global, membuat harganya kembali anjlok ke level yang lebih “ramah kantong” bagi mereka yang ingin mulai menabung.
Berdasarkan pantuan di laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp21.000 dari semula Rp3.042.000 menjadi Rp3.021.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini turun menjadi Rp2.783.000 per gram.
Sedangkan pada situs resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 dan UBS juga tercatat menurun.
Harga emas UBS dan Galeri24 turun, masing-masing di angka Rp3.082.000 dan Rp3.066.000 per gram.
Harga tersebut anjlok dari angka yang tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian kemarin pagi, yakni UBS Rp3.113.000 per gram dan Galeri24 Rp3.098.000 per gram.
Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Rincian Harga Emas Hari Ini (Per Gram)
Berdasarkan pantauan terbaru di situs resmi Logam Mulia dan Pegadaian, berikut adalah daftar harga emas per gram untuk hari ini:
| Jenis Emas | Harga Hari Ini (per gram) | Perubahan |
| Antam | Rp 3.021.000 | 📉 Turun Rp 21.000 |
| Galeri 24 | Rp 3.039.000 | 📉 Turun Rp 27.000 |
| UBS | Rp 3.055.000 | 📉 Turun Rp 27.000 |
Penurunan harga ini bukan tanpa alasan. Para analis menyebutkan bahwa penguatan nilai tukar dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi global menjadi pemicu utama. Ketika dolar perkasa, emas yang biasanya menjadi aset aman (safe haven) cenderung kehilangan daya tariknya, memicu aksi jual di pasar internasional yang akhirnya berdampak pada harga domestik. ***














