Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Hari Kamis 27 Agustus 2026: Rebound Setelah Demo Berlangsung Damai, Dorong Peluang Lanjutan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Bersamaan dengan berlangsungnya aski demontrasi di depan Gedung Parlemen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pembalikan yang mengesankan sehingga menguat Kamis (27/8/2026). (Foto: Istimewa)

Bersamaan dengan berlangsungnya aski demontrasi di depan Gedung Parlemen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pembalikan yang mengesankan sehingga menguat Kamis (27/8/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Di saat Jakarta diwarnai aksi demontrasi, Kamis (27/8/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja impresif.

IHSG mampu bangkit melakukan rebound dari posisi melemah saat pembukaan perdagangan menjadi menguat saat penutupan. IHSG sukses berbalik arah dari zona merah menuju zona hijau.

Bahkan bursa saham domestik ditutup melesat 116,06 poin atau menguat 1,81% ke level 6.521,75. Melesat juga  kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 8,52 poin atau 1,35 persen ke posisi 641,07 saat penutupan.

Padahal saat pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG bergerak melemah 15,34 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.390,35. Menurun juga pada pembukaan Indeks LQ45 senilai 2,47 poin atau 0,39 persen ke posisi 630,08.

Kenaikan IHSG ini berhasil mengembalikan kepercayaan pasar setelah tekanan yang terjadi pada sesi-sesi sebelumnya. Kompaknya seluruh sektor saham mendorong aksi beli secara meluas.

Dengan kinerja mengesankan itu IHSG memimpin penguatan pada bursa saham regional Asia.  Indeks Asia yang mengalami penguatan antara lain Shenzhen Comp 1,72%, Kospi 1,53%, dan Shanghai 1,13%. Sedangkan indeks  Nikkei melemah -0,14%,  Hang Seng – 0,34% dan Strait Times -0,66%.

Advertisement

Faktor Pendorong Kenaikan

Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengemukakan, penguatan IHSG hari ini terutama mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko domestik, setelah pembukaan perdagangan yang relatif kondusif.

Seperti dikutip dari Metrotv, Elandry mengatakan aksi beli bersih (net buy) pada saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang indeks. Investor menilai tekanan yang terjadi sebelumnya telah banyak tercermin dalam harga saham (priced-in).

“Dari eksternal, sentimen regional yang lebih positif serta stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah ikut menjaga sentimen pasar,” ujar Elandry.

Menurut dia, investor mulai kembali melakukan akumulasi secara selektif, terutama pada saham likuid dan saham-saham blue chip yang sebelumnya mengalami koreksi. Namun, pelaku pasar belum sepenuhnya agresif karena masih mencermati perkembangan situasi domestik, arah aliran dana asing (foreign flow), serta sentimen global.

Advertisement

“Jadi, penguatan hari ini lebih mencerminkan perbaikan risk appetite, tetapi tetap disertai pendekatan selektif,” katanya.

Sementara itu Phintraco Sekuritas menilai, penguatan IHSG hari ini didorong oleh respons positif pelaku pasar usai demonstransi di DPR RI berakhir damai. DPR RI memutuskan target pengesahan UU Perampasan Aset paling lambat dilakukan 15 Desember 2026.

“Hal tersebut direspon positif oleh para pelaku pasar, setelah selama beberapa hari terakhir pasar cenderung tertekan mengantisipasi kondisi keamanan dalam negeri,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Kamis.

Tidak ketinggalan faktor pendorong:

  • Rebound Sektor Komoditas & Energi: Saham-saham grup energi dan tambang melaju pesat. Di indeks LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin penguatan dengan melonjak 6,67%, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 5,84%, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 5,43%.
  • Aksi Beli Investor: Membaiknya sentimen regional memicu dorongan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) dan lapis kedua.

Prediksi & Prospek Jumat (28/8/2026)

Elandry memproyeksikan, dalam jangka pendek, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan apabila situasi domestik tetap kondusif dan tidak ada tekanan baru dari pasar global maupun nilai tukar rupiah.

Advertisement

Meski demikian, ia mengingatkan peluang aksi ambil untung (profit taking) tetap terbuka setelah IHSG mengalami kenaikan cukup cepat.

“Investor sebaiknya tidak mengejar saham yang sudah naik terlalu tinggi dan lebih fokus pada emiten dengan fundamental solid, likuiditas baik, serta katalis kinerja yang masih terjaga,” ujar Elandry.

Secara teknikal, penguatan tajam hingga menembus psikologis 6.500 memberi sinyal awal pembentukan momentum bullish continuation jangka pendek.

  • Skenario Pergerakan: IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Jumat (28/8/2026) untuk menguji area resistance
  • Level Area:
    • Support: 6.450 – 6.480
    • Resistance: 6.550 – 6.580
  • Sentimen Kunci Perlu Dicermati: Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, arah arus dana asing (capital inflow), serta dinamika pasar komoditas global sebelum penutupan perdagangan akhir pekan.

Rangkuman Ringkas Kinerja Bursa

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan 2.954.000 kali transaksi yang mencatat total nilai transaksi mencapai Rp13,51 triliun dari volume 35,18 miliar saham. Sebanyak 578 saham menguat, 103 saham melemah, dan 282 saham bergerak stagnan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor menguat. Sektor kesehatan memimpin kenaikan sebesar 3,71 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor industri yang masing-masing naik 3,69 persen dan 3,59 persen.

Advertisement

Saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain GRPH, BIKE, KETR, NICK, dan CBUT. Sementara saham dengan pelemahan harga terbesar yakni RGAS, GRIA, JAST, WINE, dan WGSH. ***

Parameter PerdaganganCatatan Kamis (27/8/2026)
Posisi Penutupan6.521,75 (+1,81%)
Perubahan Poin+116,06 poin
Total Nilai TransaksiRp13,51 Triliun
Saham Naik /Turun/Stagnan578 saham naik / 103 saham turun/ 282 stagnan
Lanjutkan Membaca
Advertisement