Connect with us

Ekonomi

Dari Panik Terbitlah Ketenangan Gen Z Bersama Aplikasi BSya dari PT Bank BCA Syariah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Dari Panik Terbitlah Ketenangan Gen Z Bersama Aplikasi BSya dari PT Bank BCA Syariah

BSya hadir untuk merespons tren transaksi digital yang pesat dengan fokus pada pengembangan fitur sesuai masukan nasabah, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kemudahan. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Bagi anak-anak muda zaman now, tidak terbantahkan lagi Aplikasi BSya dari PT Bank BCA Syariah akan mampu mengubah penjajahan konsumerisme menjadi kemerdekaan dan ketenangan dalam mengelola keuangan.

Pengalaman dua anak Generasi Z atau Gen Z asal Jakarta Laila dan Rian dari Bandung membuktikan hal itu.

Apalagi keterangan dari Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menegaskan, pihaknya ingin memastikan anak muda tak hanya bertahan, tetapi berkembang dalam ekosistem keuangan yang adil dan bermakna.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), anak-anak muda berusia 15-25 tahun itu hanya memiliki literasi keuangan syariah 25,54%.

Menurut Laila, seorang fresh graduate berusia 22 tahun yang baru merintis karier sebagai content creator  pernah terjebak dalam pusaran akhir bulan yang menyesakkan. Dompet menipis setelah asyik scroll aplikasi belanja online, tagihan kartu kredit menumpuk.

Advertisement

Baca Juga : Kuota Penukaran Uang Baru untuk Lebaran di BI Habis, Masih Ada Kesempatan di BCA dan BRI

Selain penyesalan karena banyak belanja yang tak jelas manfaatnya, ada pula rasa bersalah karena sering sikap impulsifnya saat belanja jauh dari nilai-nilai syariah yang diajarkan saat ia kecil.

“Ibu selalu mengajarkan bahwa rezeki bukan hanya soal angka, melainkan berkah yang harus dijaga. Dan saat itu tiap buka dompet, rasanya seperti kalah perang. Tabungan cuma numpang lewat, habis untuk hal-hal impulsif,” kata Laila menceritakan pengalamannya dalam sebuah forum percakapan online.

Laila kemudian mencoba aplikasi BSya dari PT Bank BCA Syariah. Ia mencoba aplikasi itu hanya dalam hitungan menit, proses onboarding digital dengan verifikasi video KYC dan setoran awal Rp100 ribu.

“Ya, iseng aja kayak ada yang membisiki ayo mulai aja, berkahnya menyusul,” katanya.

Saat ini, Laila sudah enam bulan menggunakan aplikasi itu. Ia mengaku tak lagi panik tiap akhir bulan. Ia lebih tenang karena ada fitur zakat otomatis dan jadwal shalat di BSya yang membantunya menyeimbangkan ibadah dan budgeting.

Advertisement

“Yang paling terasa adalah mengurangi pengeluaran impulsif hingga 30%. Ini karena ada promo cashback akhir pekan via BI-FAST,” katanya.

Laila mengaku mendapat literasi keuangan syariah dan memutuskan membangun dana darurat Rp2 juta dengan akad Wadiah, bebas riba. Hal itu memberi ketenangan.

Sementara Rian, mahasiswa semester akhir berusia 21 tahun, mengaku bahwa gaji freelance desain grafisnya sering lenyap. Ia gelisah melihat teman-temannya pamer portofolio investasi di media sosial.

“Nilai syariah itu sulit untuk diterapkan di tengah deadline proyek yang menumpuk. Investasi itu seperti mimpi di siang bolong,” katanya.

Baca Juga : Buat Yang Mau Kerja di Bank, BCA Buka Lowongan untuk Semua Jurusan!

Rian mengaku sangat memahami bahwa investasi emas sangat bagus. Tapi ia tak berkutik karena uangnya selalu habis.

Advertisement

“Hati saya gelisah karena merasa nggak selaras dengan keyakinan saya,” kata Rian dalam ulasan viral di Google Play Store.

Bahkan ia nyaris terjerat pinjaman online konvensional yang menjanjikan solusi cepat namun penuh riba. Ini adalah kenyataan yang linear dengan temuan Indonesia Economic Journal (Juli 2025) bahwa literasi keuangan syariah memengaruhi 39,3% niat menabung Gen Z. Data ini berdasarkan survei terhadap 396 responden di Jabodetabek.

Tibalah Rian berkenalan dengan  aplikasi BSya yang diakuinya mengubah hidupnya. Ia mulai aktif dalam pembiayaan Emas iB. Data di PT Bank BCA Syariah menunjukkan bahwa investasi ini tumbuh 231,2% YoY hingga Rp300 miliar per September 2025.

Awalnya Rian mulai dari 1 gram emas dengan cicilan Rp100 ribu via aplikasi. Tentu saja investasi ini bebas fluktuasi harga. Saat ini tercatat ada 11,24% nasabah Gen Z berinvestasi di Emas iB.

“Saya juga rutin menghitung zakat,” katanya.

Advertisement

Literasi syariah yang ia peroleh membawanya membangun portofolio emas 10 gram dalam setahun. Ini membawa ketenangan dan mengurangi stres finansial, dan menumbuhkan kepercayaan diri.

Baca Juga : Penjualan BCA Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Pansus BLBI Pantang Mundur Hentikan Konglemerat Hitam

Mudah Dan Relevan

Menurut salah satu ekonom Indonesia yang pernah menjabat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati,  akses terhadap layanan keuangan memainkan peran penting dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan, memberdayakan perempuan, dan membantu pemerintah menyediakan layanan bagi rakyatnya.

Ucapan Sri Mulyani ini disampaikan dan dicatat oleh World Bank 2019 dan dikutip NFEC 2024.  Apa yang disampaikan Sri Mulyani, sangat linear dengan pendapat filsuf dan ekonom John Stuart Mill.

“Nilai sebuah negara, dalam jangka panjang, ditentukan oleh nilai individu-individu yang membentuknya. Negara yang menunda kepentingan pengembangan dan peningkatan intelektual warganya adalah negara yang menghambat pertumbuhan manusia-manusianya,” kata Mill.

Advertisement

BSya mewujudkan pemberdayaan ini, terutama bagi perempuan muda seperti Laila. BCA Syariah mencoba menjawab seruan ini dengan membangun literasi Gen Z melalui aplikasi yang intuitif.

Baca Juga : 3 Cara Blokir Kartu ATM BCA Secara Online, Tak Perlu Datang ke Bank!

Menurut Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, pihaknya ingin memastikan anak muda tak hanya bertahan, tetapi berkembang dalam ekosistem keuangan yang adil dan bermakna.

“Kisah anak-anak muda yang mendapat literasi keuangan syariah ini tentu menjadi latar belakang melonjaknya dana murabahah hingga 19,4% YoY menjadi Rp4,9 triliun per Desember 2024,” kata Yuli.

Menurutnya, BSya hadir untuk merespons tren transaksi digital yang pesat. Lembaganya fokus pada pengembangan fitur sesuai masukan nasabah, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kemudahan.

“Termasuk pengalaman berhaji yang lebih mudah, cepat, dan aman secara digital tanpa mengurangi kepatuhan syariah,” kata Yuli dalam sebuah wawancara Agustus 2025.

Advertisement

Ditambahkan bahwa pihaknya ingin Gen Z bisa merasakan bahwa keuangan syariah itu mudah dan relevan. Tak berdasar paksaan tapi menjadi teman dalam melangkah agar penuh berkah. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement