Olahraga
Korban Politik Olahraga, Sun Yang dari China Gagal Tampil di Olimpiade Tokyo

Perenang andalan China Sun Yang jadi korban politik olahraga internasional
FAKTUALid – “Political Posturing” atau politik olahraga telah menggagalkan perenang andalan China Sun Yang untuk tampil pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Akibat politik olahraga menyudutkan satu atlet untuk kepentingan atlet lainnya Sun Yang baru bisa tampil di Olimpiade 2024 Pari, Perancis dalam usia 32 tahun.
Politik olahraga telah membuat Sun Yang sebagai pemegang rekor dunia 1.500m gaya bebas putra cabang olahraga renang tidak bisa tampil dalam usia emas prestasi.
Pernyataan Sun Yang sebagai korban politik olahraga dilontarkan oleh pengacaranya seperti dikutip antaranews.com dari AFP.
Sun Yang jadi korban politik olahraga karena tidak melanggar aturan doping, kata pengacaranya.
Perenang berusia 29 tahun itu sebelumnya dilarang tampil setelah ia dan anggota rombongannya kedapatan telah dengan sengaja memecahkan botol berisi sampel darah untuk keperluan tes doping saat tim penguji mengunjungi rumahnya pada September 2018.
Peraih medali emas nomor 200 meter gaya bebas itu berdalih bahwa para penguji FINA yang datang ke rumahnya tak pantas melakukan uji sampel darah karena dinilai tak memiliki kualifikasi dan kredibilitas.
Sun Yang dilarang tampil selama empat tahun sehingga dia tak mungkin mengikuti Olimpiade Tokyo.
Karir juara Olimpiade tiga kali itu berantakan setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menskornya karena tak memberikan sampel darah kepada petugas pemeriksa doping.
CAS yang berpusat di Lausanne, Swiss, itu sendiri mengurangi larangan kepada Sun Yang yang awalnya delapan tahun setelah Sun yang berusia 9 tahun menggugat banding di pengadilan tinggi federal Swiss karena tudingan bias.
Hukuman baru selama empat tahun tiga bulan mulai Februari 2020 itu membuat pemegang rekor dunia 1.500m gaya bebas putra itu tak bisa tampil dalam Olimpiade Tokyo bulan depan dan Asian Games 2022 yang diadakan di Hangzhou.
Sun baru bisa tampil lagi dalam Olimpiade Paris 2024 ketika usianya sudah 32 tahun.
Menulis dalam media sosial China, pengacaranya Zhang Qihuai menyebut perjuangan hukum Sun “telah mengungkapkan kompleksitas yang terlibat dalam memperjuangkan kasus-kasus internasional dan berkaitan dengan hubungan luar negeri (dalam olahraga), kelemahan dan cacat sistem domestik dan aturan perlindungan atlet.”
“Sun Yang telah memenuhi tanggungjawabnya, tetapi dia menjadi korban politik olahraga dalam kasus internasional ini,” kaya Qihuai.
“Saya bisa bilang untuk selamanya bahwa Sun Yang tidak melanggar aturan dan tidak pelanggaran yang terdeteksi (dari tes doping).” ***














