Nusantara
Mau Buka Puasa Dengan Bubur Samin Gratis, Yuk Datang ke Masjid Jayengan Solo

Tradisi bagi-bagi bubur Samin untuk buka puasa di Masjid Darussalam Jayengan. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Mau berbuka puasa dengan bubur Samin? Datang saja ke Masjid Darussalam di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo. Setiap sore, pihak masjid membagikan bubur Samin gratis kepada warga.
Tidak kurang dari 1.300 porsi bubur Samin dibagikan kepada masyarakat dan jamaah Masjid Darussalam. Sebanyak 300 porsi untuk buka bersama di masjid dan 1.000 porsi dibagikan kepada warga masyarakat.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi desak-desakan. Selama pembagian bubur Samin itu panitia tetap mengingatkan ke masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker.
Untuk membuat bubur Samin Banjar itu, panitia menyediakan sebanyak 40 kilogram beras, ditambah bumbu-bumbu dan sayur serta daging tetelan.
Kemudian ada juga yang tak kalah penting yakni minyak samin yang menjadikan bubur beraroma sedap dan berciri khas Banjar. Untuk memasaknya membutuhkan waktu selama sekitar dua jam.
“Memasaknya dimulai sejak habis Shalat Dhuhur hingga pukul 15.00 WIB. Bubur akan mulai dibagikan jam 16.00 WIB,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut Noor mengatakan sebenarnya pembagian bubur Samin tersebut tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadhan saja. Tapi juga di bulan Muharram dan bulan Rajab atau Syakban.
“Di bulan Muharram dibagikan setiap peringatan malam 10 Muharram kalau bulan Syakban dibagikan saat peringatan Nisfu Syakban,” katanya.
Tradisi turun temurun itu, berawal dari kebiasaan pendatang dari Banjar, Kalimantan Selatan di Kota Solo, Jawa Tengah sekitar tahun 1.900-an. Para pendatang dari Banjar itu sebagian besar merupakan pedagang batu permata Martapura.
Para pedagang itu kemudian berkumpul di Kampung Jayengan untuk sekedar melepas rindu dengan sesama perantau. Mereka memiliki kebiasaan yang dibawa dari kampung halaman mereka saat berbuka piasa di bulan Ramadhan, yakni makan bubur Samin.
“Sebagian besar perantau kemudian menetap di Jayengan dan meneruskan tradisi itu hingga ke anak, cucu mereka,” jelas Ketua Takmir Masjid Darussalam, Jayengan, HM Rosyidi Muhdhor.
Awalnya juga hanya membuat bubur dari 15 kilogram beras dan hanya digunakan untuk acara buka bersama di masjid dan sisanya dibagikan kepada warga. Tetapi saat ini jumlahnya ditambah dan bisa untuk ribuan porsi.
Masyarakat nampak antusias dengan pembagian bubur Samin tersebut. Sejak sore, warga antre untuk mendapatkan bubur Samin gratis itu. ***














