Connect with us

Politik

Megawati Yakin, jika PDIP dan NU Berjalan Beriringan Ancaman Kebangsaan Bisa Diatasi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersinergi untuk kebaikan Indonesia

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersinergi untuk kebaikan Indonesia

FAKTUAL-INDONESIA: Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri sangat yakin jika PDI Perjuangan terus bersama dan beriringan dengan Nahdlatul Ulama (NU) maka

bisa mengatasi ancaman bangsa.

“Karena saya sangat yakin, jika PDI Perjuangan dapat terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama, maka segala ancaman kebangsaan kita pasti bisa diatasi. Hal tersebut tentunya juga dapat menciptakan hal-hal baik yang luar biasa, pada saat ini dan tentunya di masa yang akan datang,” kata Megawati dalam sambutannya pada Peringatan Harlah NU ke-96 yang digelar oleh PDIP secara hibrid, di Jakarta, Sabtu (12/2/2022).

Dalam acara ini turut serta memberi sambutan, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ahmad Basarah (Wakil Ketua MPR RI), Eri Cahyadi (Walikota Surabaya), Hamka Haq (Ketua DPP PDI Perjuangan) Mochamad Nur Arifin (Bupati Trenggalek) dan Zuhairi Misrawi (Dubes RI untuk Tunisia).

Advertisement

Megawati yang Ketua Umum DPP PDI Perjuangan menyebutkan partainya dan NU selalu berhubungan erat dan berjalan beriringan.

“Hubungan PDI Perjuangan dan Nahdlatul Ulama sangat dekat dan selalu beriringan,” kata Megawati.

Seperti dipantau dari media antaranews.com,  Megawati pun teringat bagaimana kedekatan ayahandanya yang juga merupakan proklamator dan Presiden pertama RI, Soekarno dengan KH Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahab Hasbullah, serta juga banyak dengan para kiai, pendiri, serta penggerak NU lainnya.

“Dan saya, tidak akan pernah lupa, selalu ingat, Bung Karno diberi gelar oleh Nahdlatul Ulama yaitu Walliyul Amri Addharuri Bi As Syaukah, gelar yang merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepemimpinan beliau yang disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama di Surabaya pada tahun 1954. Sampai sekarang gelar tersebut tidak pernah dicabut,” kata Megawati dalam siaran persnya.

Kedekatan Bung Karno dengan kiai dan warga Nahdliyin itu akan saya teruskan dalam tindakan dan telah saya amanatkan kepada seluruh kaum nasionalis, juga para kader dan simpatisan PDI Perjuangan.

Advertisement

“Sekali lagi, saya ucapkan, selamat hari lahir Nahdlatul Ulama. Teruslah menyebarkan Ahlus Sunnah Waljama’ah, dan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, serta meneguhkan komitmen kebangsaan,” ujarnya menambahkan.

Bawa Kemaslahatan

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengakui, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak hanya menjadi kolega NU dalam perjuangan. Menurutnya, sinergi keduanya diharapkan membawa kebaikan besar untuk Indonesia.

“Selama kedua pihak setia kepada semangat dasar perjuangannya, ini akan jadi sinergi yang mudah-mudahan membawa kemaslahatan yang yang lebih besar untuk bangsa, negara, dan manusia,” ujar Gus Yahya.

Dalam perjuangan, tentu seluruh elemen harus pula memperhatikan jagat yang ditempati. Karena itulah, ia menekankan kepada masyarakat Nahdliyin agar tak lupa merawat bumi selama proses perjuangan untuk Indonesia.

Advertisement

“Jagat itu dengan dua dimensi yang paling mendasar, terutama bumi sebagai tempat kita hidup dan kita pijak bersama ini. Kedua adalah tatanan kehidupan di atasnya,” ujar Gus Yahya.

Ia menjelaskan, sudah merupakan hal yang alamiah jika manusia ingin terus meningkatkan kualitas hidupnya. Namun, Gus Yahya mengingatkan, jangan sampai dalam mencapai hal tersebut, manusia justru melakukan perusakan yang akan merugikannya di kemudian hari.

“Kita ingin berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup, tapi jangan sampai membuat kerusakan terhadap bumi sebagai lingkungan hidup kita dan berada di tatanan kehidupan itu sendiri,” ujar Gus Yahya.

“Kalau ada yang belum sempurna, ada yang harus diperbaiki, mari kita perbaiki dengan strategi menyempurnakan. Bukan strategi untuk merusak dan menghancurkan dan ini adalah prinsip yang menjadi ingin kita tegakkan dalam pergulatan Nahdlatul Ulama ke depan,” sambungnya.

Ia pun mengapresiasi peringatan Harlah ke-96 NU yang digelar oleh partai berlambang banteng moncong putih itu. Tak lupa ia menyampaikan salam hormat kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Advertisement

“Terima kasih Pak Hasto, terima kasih dan salam hormat untuk Ibu Megawati dan mudah-mudahan Nahdlatul Ulama bisa ikut mendapatkan pelajaran yang berharga dari acara dialog hari ini,” ujar Gus Yahya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement